Radarjombang.id - Dana bantuan operasional sekolah (BOS) reguler tahap kedua tahun 2025 yang sempat dikeluhkan terlambat cair hingga membuat sekolah-sekolah kelimpungan kini mulai cair bertahap.
Sudah sekitar 50 persen dari seluruh SMA, SMK dan SLB di Jombang yang melaporkan telah cair.
’’Sudah ada sekitar 50 persen sekolah yang cair.
Tapi kami tidak punya akses untuk melihat langsung, sehingga harus menunggu laporan dari sekolah ke kami,’’ kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Ulil Mu’amar, kemarin.
Menurutnya, belum tentu yang melaporkan belum cair betul-betul belum cair.
Kadang bendahara belum melakukan pengecekan ulang sehingga belum mengetahui BOS tahap dua sudah cair atau belum.
’’Kami buat google form untuk diisi sekolah-sekolah agar tahu jika sudah cair atau belum,’’ terangnya.
Ia menegaskan, BOS berada dalam kewenangan pemerintah pusat secara langsung. Sehingga tidak mendapatkan informasi langsung soal pencairan.
’’Cabang Dinas hanya berfungsi sebagai koordinasi, dan pembinaan, pencairan langsung dari pusat,’’ ucapnya.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta, Didik Sadianto, membenarkan, sudah ada sebagian sekolah yang cair. Dari total 34 SMK swasta, 17 di antaranya sudah cair, sedangkan 17 sekolah lainnya belum cair.
’’Hari ini (kemarin) cair yang gelombang satu untuk 17 SMA. Yang belum cair 17 sekolah,’’ ungkapnya.
Dia mengaku belum mendapatkan informasi, berapa gelombang pencairan BOS. ’’Mudah-mudahan gelombang dua semua langsung cair. Dan mudah-mudahan gelombang dua juga cair bulan Agustus ini,’’ harapnya.
Baca Juga: 37 Sekolah di Jombang Ini Tetap dapat BOS Kinerja Meski Program Sekolah Penggerak Dihapus
Tahun ini, nilai BOS tidak ada kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk Kabupaten Jombang jenjang SMA Rp 1.610.000 per siswa per tahun.
Jenjang SMK Rp 1.710.000 per siswa per tahun. Serta untuk SLB Rp 3.730.000 per siswa per tahun.
Pencairan setiap tahun dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama 50 persen di awal tahun. Serta tahap kedua idealnya cair bulan Juli sebanyak 50 persen. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto