RadarJombang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang meminta sekolah untuk antisipasi bencana.
Salah satu yang harus dilakukan, memperhatikan listrik, serta merapikan pohon yang besar dan tinggi di halaman sekolah.
’’Selama musim hujan ini, kami sudah meminta agar sekolah melakukan antisipasi potensi bencana,’’ kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, melalui Kabid Pembinaan SD Rhendra Kusuma.
Antisipasi bisa dilakukan dengan menebang atau merapikan pohon-pohon besar dan tinggi yang tumbuh di halaman sekolah. Juga memperhatikan aliran listrik setelah digunakan.
’’Sebelum betul-betul pulang dan meninggalkan sekolah, harap diperhatikan stop kontak yang telah dipakai, pastikan semuanya aman,’’ katanya.
Sepanjang 2025 ini, sudah ada dua musibah yang terjadi di sekolah.
Pertama, kebakaran yang menghanguskan lahan parkir di SDN Pakel 1 Kecamatan Bareng. Kebakaran yang dipicu konsleting listrik tersebut terjadi pada Sabtu (4/1) siang.
Kedua, terjadi di SDN Kedungrejo Kecamatan Megaluh pada Minggu (9/2) sore. Enam pohon beringin besar tumbang akibat angin kencang.
’’Setelah kami mendengar kabar itu, tim dari Bidang pembinaan SD kemarin langsung turun ke lapangan,’’ jelasnya.
Beruntungnya, pohon tumbang mengarah ke lapangan, sehingga tidak ada ruang kelas yang terdampak. Hanya mengakibatkan panggung, hingga ring basket rusak tertimpa pohon.
Soal perbaikan dari dampak pohon tumbang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Plh Kepala dinas P dan K.
Baca Juga: Rakor Lintas Sektor Penanganan Bencana, Pj Bupati Jombang Minta BBWS Brantas Proaktif Atasi Banjir
’’Untuk perbaikannya kami koordinasikan lagi dengan pimpinan,’’ jelasnya.
Kepala SDN Kedungrejo Kecamatan Megaluh, Santi Ulfayatie, mengatakan, pohon tumbang sekitar 14.41 WIB.
Itu terlihat dari pantuan CCTV sekolah. Saat itu memang hujan deras dan angin kencang.
Enam pohon beringin yang tepat berada di sekolah roboh, menimpa atap panggung, ring basket, dan gawang.
Saat itu, Santi langsung menghubungi Slamet, koordinator wilayah kerja pendidikan Kecamatan Megaluh.
’’Setelah itu pengawas menghubungi dinas, dan langsung turun bersama pengawas dan BPBD. Dari polsek juga datang,’’ jelasnya.
Beruntungnya, musibah terjadi pada hari Minggu, ketika tidak ada aktivitas di sekolah, sehingga ada korban. Seluruh kelas dipastikan aman dan tidak terdampak angin kencang.
Sekolah baru melakukan pembersihan Senin (10/2).
’’Perbaikan bakal dianggarkan melalui dana BOS, karena masuk kategori kerusakan ringan,’’ ucap Santi. (wen/jif)
Editor : Achmad RW