Radarjombang.id - Rehab SMPN 2 Ngoro yang menelan anggaran mencapai Rp 565 juta berjalan kacau.
Meski sudah molor sejak 28 Oktober lalu, hingga kini pengerjaan proyek tak kunjung tuntas. Akibatnya proses belajar mengajar terganggu.
Kepala SMPN 2 Ngoro Wiwik Astutik tak menampik, proyek pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp 565 juta masih belum selesai dikerjakan.
Anggaran sebesar itu di antaranya digunakan untuk kegiatan rehab kelas, pembangunan gedung lab. ”Masih belum selesai pembangunannya,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang, Senin (15/11) kemarin.
Sampai saat ini, lanjut Wiwik, sebagian pekerjaan belum selesai dikerjakan. Di antaranya pemasangan sebagian plafon dan kaca jendela. ”Ada sebagian plafon yang belum terpasang dan kaca,” ungkapnya.
Wiwik pun menyesalkan molornya pengerjaan. Ia berharap kontraktor bisa segera menuntaskan pekerjaan.
”Sesuai kontrak tanggal 28 Oktober harusnya sudah selesai. Saya tanyakan kontraktor tanggal 10 (November) bisa selesai. Tapi ternyata sampai sekarang belum selesai,” tegasnya.
Tentu, molornya pembangunan ini sedikit banyak menganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena gedung yang digunakan menjadi terbatas.
”Jadi menggunakan gedung yang ada kita maksimalkan,” pungkasnya.
Saat dikonfirmasi, Agus, pelaksana dari CV Karya Pratama tak menampik hingga saat ini pembangunan belum selesai. ”Tinggal pembersihan dan finishing," ungkapnya.
Dirinya optimistis pembangunan akan selesai Selasa (26/11).
"Insya Allah besok (hari ini, Red) bisa selesai,” pungkasnya.
Baca Juga: Kembali Sidak Proyek Rehab Bangunan SMPN 6 Jombang, DPRD Kecewa Kualitas Bangunan Buruk
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Jombang Wor Windari belum bisa memberikan keterangan.
Meski terdengar nada sambung, upaya konfirmasi wartawan melalui sambungan telepon ke nomor selulernya belum diangkat. Begitupula upaya melalui pesan singkat tidak dibalas. (yan/naz)
Editor : Achmad RW