Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

6 SMP di Jombang Masih Harus Numpang ANBK ke Sekolah Lain, Kok Bisa?

Wenny Rosalina • Selasa, 10 September 2024 | 15:07 WIB
FOKUS: Siswa SMP PGRI 1 Mojoagung mengerjakan ANBK di lab komputer SMPN 1 Mojoagung, Jombang, Senin (9/9).
FOKUS: Siswa SMP PGRI 1 Mojoagung mengerjakan ANBK di lab komputer SMPN 1 Mojoagung, Jombang, Senin (9/9).

RadarJombang.id – Asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) SMP di Jombang dilaksanakan mulai Senin (9/9) hingga Selasa (10/9).

Sebanyak enam SMP menumpang ke SMP lain, karena fasilitas di sekolah tidak mendukung.

Pelaksanaan hari pertama berjalan lancar.

’’Teknis pembagian sesi bagi yang menumpang kami serahkan kepada satuan pendidikan yang ditumpangi,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Safak Efendi.

Rincian SMP yang menumpang, SMP Darul Ulum Tapen menumpang ke SMPN 1 Kudu.

SMP Dharma Bhakti Kabuh menumpang ke SMPN 1 Kabuh.

SMP Islam Terpadu Darul Falah menumpang ke SMPN 1 Gudo. SMP PGRI 1 Mojoagung menumpang ke SMPN 1 Mojoagung. SMP PGRI 1 Ploso menumpang ke SMPN 1 Ploso.

SMP Terpadu Al Hikmah Bareng menumpang ke SMP Terapan Al Hikmah Jombang.

Keenamnya menumpang karena tidak memiliki sarana prasarana yang cukup seperti perangkat komputer atau laptop. Juga kapasitas internet.

Jika dipaksakan mengadakan ANBK sendiri, biaya yang dikeluarkan tinggi. Sehingga lebih efisien menumpang ke sekolah lain yang lebih lengkap sarana prasarananya.

’’Lebih baik menggabung daripada menyiapkan sendiri,’’ terangnya.

Baca Juga: Tryout ANBK di SMAN Ngoro Jombang, Jadi Sarana Peningkatan Mutu Pendidikan

ANBK SMP tahun ini diikuti 134 SMP. Sebanyak 48 di antaranya SMP negeri, sedangkan 86 lainnya SMP swasta.

ANBK dilaksanakan dalam dua moda, online dan semi online. SMP yang mengadakan online harus memastikan, kapasitas internetnya memadai. Sehingga tidak lemot dan terganggu.

’’Kalau online harus dipastikan kapasitas internetnya, karena langsung terhubung ke server pusat,’’ katanya.

Sementara untuk semi online, dinilai lebih aman meski tidak praktis seperti online.

SMP yang kapasitas internetnya tidak mumpuni disarankan dinas untuk mengambil yang moda semi online.

’’Yang mengetahui kapasitas internetnya di sekolah ya sekolah itu sendiri. Di Jombang merata, ada yang online ada yang semi online,’’ jelasnya.

Hari pertama pelaksanaan Senin kemarin berlangsung lancar mulai pukul 07.45 WIB.

Di awal bagi yang online masih mengalami sedikit kendala dari server pusat. Sementara yang semi online menunggu token dari pusat.

’’Setelah tahu ada kendala langsung dikomunikasikan dengan pusat, tidak lama langsung lancar. Mulai lancar pukul 07.45 WIB,’’ jelasnya.

Hari pertama materi literasi dan survey karakter. Hari kedua numerasi dan survey lingkungan belajar.

Di SMPN 1 Mojoagung, pelaksanaan ANBK dilaksanakan hanya dalam satu sesi.

Menggunakan empat laboratorium, masing-masing 15 komputer yang digunakan.

Karena jumlah komputer mencukupi, maka ANBK hanya dilakukan satu sesi saja.

Tiga lab digunakan SMPN 1 Mojoagung dan satu lab digunakan untuk SMP PGRI 1 Mojoagung.

’’Siswa yang menumpang hanya lima, jadi sudah cukup,’’ kata Yoni Tri Joko Kurnianto, kepala SMPN 1 Mojoagung.

ANBK di SMPN 1 Mojoagung menggunakan moda online. Menurut Yoni, kapasitas internet sudah mencukupi.

Saat pelaksanaan, 45 siswa SMPN 1 Mojoagung yang ditunjuk untuk mengikuti ANBK hari pertama kemarin seluruhnya hadir.

Sehingga siswa cadangan tidak digunakan. Siswa yang lain mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasa. (wen/jif/riz)

Editor : Achmad RW
#numpang #Jombang #SMP #ANBK #Sekolah