RadarJombang.id – Ekstrakurikuler pramuka yang sebelumnya wajib bagi siswa, mulai tahun ini di Jombang tidak diwajibkan lagi.
Ekstrakurikuler pramuka tetap harus ada di sekolah, namun bisa diikuti secara sukarela oleh siswa.
’’Karena aturan yang mewajibkan ekstrakurikuler pramuka dicabut, maka tidak diwajibkan lagi bagi siswa,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen.
Kewajiban ekstrakurikuler pramuka ditetapkan dalam Permendikbudristek nomor 63 tahun 2014 tentang pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Aturan tersebut telah dicabut dan diganti dengan Permendikbudristek nomor 12 tahun 2024 tentang kurikulum pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah.
Dalam aturan terbaru disebutkan, keikutsertaan peserta didik dalam ekstrakurikuler bersifat sukarela.
Sedangkan pramuka sendiri masuk dalam kategori ekstrakurikuler krida, yang sama seperti latihan kepemimpinan siswa (LKS), palang merah remaja (PMR), usaha kesehatan sekolah (UKS), pasukan pengibar bendera (Paskibra), dan lain sebagainya.
’’Karena aturan yang lama sudah dicabut, maka sekolah tidak boleh mewajibkan ekstrakurikuler pramuka kepada siswa, tapi harus tetap ada sebagai pilihan,’’ ungkapnya.
Ekstrakurikuler bisa diberikan satu minggu sekali. Hari ekstrakurikuler ditentukan masing-masing satuan pendidikan.
’’Yang pasti ekstrakurikuler di luar jam KBM (kegiatan belajar mengajar) dan tidak boleh mengganggu KBM. Boleh dilakukan setelah pulang sekolah atau di hari libur. Teknisnya kami serahkan kepada satuan pendidikan,’’ jelasnya.
Sementara itu, Muchammad Shokhi, ketua musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP negeri Jombang sekaligus kepala SMPN 2 Tembelang, mengatakan, minat siswa terhadap ekstrakurikuler pramuka di sekolah masih tinggi meski tidak diwajibkan.
Baca Juga: Setya Nur Hati, Siswi Berprestasi di Pramuka Penggalang Jombang
’’Seluruh siswa tetap menjadi anggota gugus depan, hanya saja memang ekstrakurikulernya tidak diwajibkan,’’ katanya.
Lebih dari 50 persen siswa SMPN 2 Tembelang masih berminat ikut pramuka. Esktrakurikuler yang menanamkan kedisiplinan masih menjadi favorit bagi sejumlah siswa.
’’Pramuka, paskibra, banyak peminatnya,’’ ucapnya.
Ekstrakurikuler dilaksanakan setiap Jumat sepulang sekolah.
’’Agar Sabtu dan Minggu siswa benar-benar libur dan tidak ada kegiatan di sekolah,’’ bebernya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW