RadarJombang.id – SMPN 5 Jombang komitmen mewujudkan sekolah ramah anak yang diwujudkan dalam MPLS.
SMPN 5 Jombang mengajak siswabaru menolak perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah selama MPLS.
Hal itu diwujudkan dalam deklarasi anti perundungan dan kekerasan pada hari terakhir MPLS di SMPN 5 Jombang, Rabu (17/7).
’’Hari ini kita ajak seluruh siswa tanda tangan dan menempelkan poster anti perundungan hasil karya mereka,’’ kata Kepala SMPN 5 Jombang, Kurniadi SPd MPd.
Menurutnya, penting untuk mengajak siswa mendeklarasikan anti perundungan di sekolah di tengah maraknya kasus perundungan.
’’Sekarang kan marak di lingkungan sekolah. Sehingga langkah ini kita gunakan untuk mencegah kejadian itu di sekolah,’’ paparnya.
Usai tanda tangan, hasil deklarasi akan dipampang di tembok sekolah.
Ia berharap, siswa akan mengingat apa yang mereka deklarasikan sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung aman dan nyaman.
’’Sehingga tidak ada lagi perundungan di lingkungan sekolah,’’ tegasnya.
Total ada 288 siswa dari sembilan rombongan belajar (rombel) yang mengikuti MPLS (15-17/7).
’’Sebelum MPLS, kita juga mengadakan kegiatan matrikulasi selama tiga hari yang diisi dengan materi pengenalan dari SD ke SMP,’’ ungkapnya.
Baca Juga: MPLS SMPN 1 Ngoro Jombang, Percepat Siswa Baru Adaptasi
Selama MPLS siswa diberikan berbagai materi. Mulai pengenalan lingkungan sekolah secara fisik, fasilitas dan lainnya.
Juga materi pendidikan karakter dan wawasan wiyata mandala. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW