RadarJombang.id – MPLS di SMAN Mojoagung dilaksanakan 15-17 Juli.
MPLS di SMAN Mojoagung Jombang itu diikuti 324 siswa baru dan digelar dengan cara unik dan menarik.
Salah satunya, pewayangan yang dijadikan konsep utama MPLS SMAN Mojoagung tahun ini.
SMAN Mojoagung mendorong terciptanya prestasi dengan tidak meninggalkan budaya nasional.
’’Kita pakai wayang agar semakin menarik, dan anak-anak semakin semangat. MPLS tidak monoton, hanya materi-materi saja,’’ kata kepala SMAN Mojoagung, Waras MMPd.
Wayang dipakai menjadi tema, menggambarkan siswa baru SMAN Mojoagung yang berasal dari berbagai SMP dan MTs.
Namun berada dalam nama besar yang baru, dengan budaya yang sama.
Hari pertama, siswa kompak mengenakan pakaian adat baju lurik dan batik.
Pembagian nama gugus menggunakan nama tokoh pewayangan.
Dekorasi ruang pembukaan dibuat unik dan menarik. Disertai stand foto-foto poster anti bullying dan anti kekerasan.
MPLS mengenalkan kurikulum merdeka dan cara belajar yang efektif.
Permainan mitos dan fakta, pendidikan anti korupsi, kesehatan remaja, tata krama dalam pergaulan, implementasi program sekolah sehat, komitmen dan harapan, serta penampilan ekstrakurikuler.
Disiplin tetap diterapkan dalam MPLS yang menyenangkan.
Ketika ada siswa yang melanggar, tidak serta merta hukuman diberikan, tapi lebih kepada menggali informasi penyebab pelanggaran, dan mengajak berkomitmen untuk disiplin.
’’Kami juga membekali wawasan kebangsaan guna meningkatkan kedisiplinan siswa yang disampaikan oleh Koramil Mojoagung,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW