Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Miris! Di Jombang Masih Ada 2.162 Anak Tak Tamat SD dan 3.157 Anak Tak Lulus SMP, Ini Penyebabnya

Wenny Rosalina • Senin, 15 April 2024 | 15:47 WIB
Ilustrasi anak putus sekolah
Ilustrasi anak putus sekolah

RadarJombang.id - Wajib belajar 12 tahun belum 100 persen terpenuhi di Jombang.

Hingga kini, tercatat masih ribuan siswa SD dan SMP di Jombang yang putus sekolah.

’’Rata-rata masyarakat pinggiran yang lebih memilih anak-anaknya bekerja daripada sekolah,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, kemarin.

Secara akumulatif empat tahun terakhir, 2018-2023, terdapat 2.162 siswa SD yang putus sekolah.

Namun beruntung, 1.249 di antaranya mulai kembali sekolah. Namun 913 siswa memilih untuk tidak melanjutkan sekolah.

’’Maksudnya putus sekolah adalah tidak sampai lulus SD atau berhenti ditengah jalan,’’ jelasnya.

Sementara jumlah siswa SMP yang putus sekolah lebih banyak lagi, 3.157 siswa.

Namun 1.249 di antaranya sudah kembali aktif sekolah. Tinggal 1.908 yang belum melanjutkan pendidikan.

Senen menyayangkan hal ini, sehingga berupaya agar sekolah memantau betul pendidikan peserta didik di sekolah.

Serta membantu pendaftaran siswa yang lulus ke jenjang berikutnya.

Seperti membantu proses pendaftaran online, hingga aktif untuk berkomunikasi dengan wali siswa yang enggan melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Baca Juga: Panggilan Terbuka untuk Siswa Kelas 12! Berikut 7 Rekomendasi Kuliah Gratis Dengan Ikatan Dinas Usai Lulus

Selain itu, pihaknya juga aktif menjelaskan pentingnya pendidikan untuk siswa.

’’Saya tidak bisa membayangkan, kalau anak-anak tidak mau belajar sampai SMP atau SMA," imbuhnya.

Terlebih menurut Senen, semua pekerjaan rata-rata sampai mensyaratkan karyawannya minimal lulus SMA.

"Kita harus memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya kelanjutan pendidikan,’’ ulasnya.

Mayoritas anak tidak sekolah banyak terjadi di wilayah pinggiran. Mereka lebih memilih bekerja, dan diminta untuk mencari uang sehingga putus sekolah.

’’Saya tidak mau, ada anak yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya karena alasan ketinggalan, tidak tahu caranya daftar online, dan lain sebagainya,’’ tandasnya. (wen/jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#SD #Tak Lulus #Jombang #SMP #putus sekolah