RadarJombang.id - Masih ada banyak guru yang berstatus pegawai negeri di Jombang yang diperbantukan (Dpk) di lembaga pendidikan swasta.
Sampai saat ini tercatat ada 85 orang guru negeri di Jombang yang diperbantukan ke sejumlah lembaga swasta.
Statusnya pun beragam, 85 guru itu berasal dari unsur guru TK maupun guru mata pelajaran (mapel) di jenjang pendidikan SMP.
”Kita adakan pemetaan, jika memang dibutuhkan, nanti akan ada penarikan guru negeri yang sekarang masih bertugas di lembaga swasta,” kata Senen Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang, beberapa waktu kemarin.
Ia menyampaikan, di jenjang SMP, 7 guru Dpk yang hingga kini masih mengajar di lembaga swasta.
Senen merinci, awalnya ada 13 guru yang Dpk di lembaga swasta.
2 diantaranya juga telah pensiun di tahun 2023, 4 guru dpk lainnya pensiun tahun ini.
Sementara 2 guru Dpk lainnya akan memasuki masa purna tugas pada 2025 nanti.
7 guru yang sekarang masih aktif mengajar itu enam di antaranya menjadi guru di SMP Budi Utomo, dan satu lainnya menjadi kepala SMP Khoiriyah Sumobito.
”Biasanya guru yang Dpk di sekolah swasta adalah guru-guru senior, makanya dalam waktu dekat ini banyak yang akan pensiun,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, paling banyak adalah guru yang mengajar di lembaga TK.
Baca Juga: Pengumuman! Sekolah Dilarang Pakai Dana BOS untuk THR Guru, Termasuk Guru Honorer
Dari 153 total keseluruhan guru TK PNS di Jombang, diketahui 78 guru masih mengajar di TK swasta.
Sedangkan 75 guru lainnya mengajar di TK negeri. Hal ini karena jumlah kebutuhan guru TK negeri masih tercukupi sehingga banyak yang ditugaskan di lembaga swasta.
”Kalaupun nanti akan ditarik ke SD, tapi itu butuh pemetaan lagi, karena terkait kualifikasi pendidikannya juga harus diperhatikan,” jelas Senen.
Berbeda dengan guru Dpk jenjang pendidikan SD yang seluruhnya sudah ditarik ke lembaga negeri. ”Yang SD sudah habis,” tegasnya.
Sementara itu, Herminggar, salah satu guru Dpk yang bertugas di SMP Budi Utomo perak mengatakan awalnya ia menjadi guru honorer di SMP Budi Utomo 1995.
Kemudian diangkat sebagai PNS di SMPN Bandarkedungmulyo.
”Lalu saya Dpk di sini (SMPN Bandarkedungmulyo, Red), jadi sudah tidak dimana-mana lagi, sejak 1995 sampai sekarang,” katanya.
Diwawancara terpisah, Sutopo Kepala SMP Budi Utomo, mengaku per tahun ini masih ada enam guru negeri yang Dpk di SMP Budi Utomo.
Menurutnya, kehadiran guru negeri di tempatnya sangat membantu untuk memenuhi kekurangan tenaga pendidik.
Terkait rencana penarikan guru Dpk, sudah diketahuinya sejak satu tahun lalu. Bahkan, ia sempat dipanggil ke Disdikbud untuk bersiap kehilangan 6 guru Dpk.
”Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut, jika nanti jadi, saya minta dikabari jauh-jauh hari agar kami ada waktu persiapan cari guru baru,” jelasnya.
6 guru Dpk tersebut mapel Matematika, Bahasa Inggris, BK, IPA dan dua guru mapel IPS. (wen/bin/riz)
Editor : Achmad RW