RadarJombang.id - SDN Dukuhpundong 1 Kecamatan Diwek Jombang baru saja mendapatkan rehab fisik senilai Rp 200 juta pada P-APBD 2023.
Namun bangunan atap di SD Negeri di Jombang ini kondisinya kini sudah rusak bahkan bocor saat hujan datang.
Saat proses rehab di SD Negeri di Jombang ini, kontraktor juga mendapatkan protes dari warga karena kualitas bahan yang digunakan dinilai buruk.
’’Seperti yang terlihat, plafonnya sudah berjamur,’’ kata Ainul Fatroh, kepala SDN Dukuhpundong 1 Kecamatan Diwek, kemarin.
Rehab ruang kelas SDN Dukuhpundong 1 dikerjakan CV Sijoyo, dengan nilai kontrak Rp 199.448.135.
Proyeknya, dimulai pada 27 Oktober 2023. Proyek berjalan cukup lancar, dan selesai tepat waktu.
Dalam pengerjaannya, proyek rehab atap sekolah ini juga sempat mendapatkan protes dari masyarakat.
Sebab, bahan kayu yang digunakan untuk reng atas dinilai tidak berkualitas. Dari protes tersebut, bahan kemudian diganti dengan yang lebih baik.
Pengerjaan proyek itu, kemudian dilanjutkan kembali dan berjalan 45 hari.
Setelah dinyatakan layak oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, 4 ruang kelas itu kemudian dipakai belajar mengajar siswa.
Sayangnya, belum dua bulan digunakan, sekolah sudah dua kali meminta kontraktor untuk melakukan pembenahan.
Baca Juga: Proyek Rp 1 Miliar Sudah Rusak Meski Baru 2 Bulan Dipakai, Ini Jawaban Dinas P dan K Jombang
Karena lis plafon yang kurang rapat, dan gagang pintu yang bermasalah.
Bahkan memasuki musim hujan, atap kelas mulai menunjukkan kerusakan. Beberapa titik plafon terlihat menjamur.
Baik yang di dalam kelas maupun teras. ’’Sepertinya bocor lalu airnya nandon di plafon, jadinya plafon berjamur,’’ jelasnya.
Sejumlah lis plafon juga terlihat tidak rapat. ’’Saya khawatir plafon jatuh saat anak-anak sedang belajar,’’ ucapnya.
Beruntung setiap hujan lebat, kegiatan belajar mengajar telah selesai, sehingga siswa tidak terganggu dengan kebocoran atap tersebut.
’’Plafon ditempel pakai lem, kalau lemnya kering ya kadang menganga seperti itu,’’ urainya.
Rehab empat ruang kelas tersebut memang fokus pada atap kelas. Reng diganti namun gentingnya hanya diganti yang rusak-rusak saja. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW