JOMBANG - Perjuangan berat menuju sekolah setiap harinya, juga dialami sejumlah guru SMPN 3 Plandaan, Jombang atau yang dulu disebut SMPN Satu Atap Jipurapah.
Salah satunya, dialami Karsono, guru SMPN 3 Plandaan yang setiap hari harus berjuang menuju sekolahnya.
Warga Purisemanding, Kecamatan Plandaan ini, telah menjadi guru sejak 2010. Ia pun akhirnya diangkat menjadi PNS pada tahun 2014.
’’Sering sekali saya mengajukan mutasi, tapi belum disetujui sampai sekarang,’’ ucapnya.
Perjalanannya menjadi guru dimulai dengan menjadi GTT Bahasa Inggris di SDN Darurejo 1 tahun 2002 lalu.
Tahun 2010 ia mulai dipindah ke SMPN Satu Atap Jipurapah, Plandaan.
Dari rumahnya menuju sekolah, setiap harinya ia harus menempuh perjalanan kurang lebih 7 kilometer.
Untuk jalan sepanjang itu, lama perjalanan juga ditentukan musim.
Saat musim kemarau, perjalanan Karsono lebih cepat, 20-30 menit hingga sampai di sekolah.
Namunm berbeda jika musim hujan, ia bisa mmenghabiskan waktu sampai 45 menit.
Baca Juga: Defisit Guru di Jombang Makin Besar, Begini Tanggapan Kepala Dinas P dan K
’’Karena jalannya jembrot, licin jadi harus pelan-pelan sekali,’’ katanya.
Dari Purisemanding, ia lewat Plabuhan kemudian melintas di Pojokklitih baru sampai di Jipurapah.
’’Dulu harus melewat jembatan gantung, lewat jalan setapak melewati Kedung Cinet, bahkan pernah meyebarang sungai,’’ tambahnya.
Pada 2014, ia satu-satunya guru PNS di SMPN 3 Plandaan. Baru tahun 2019 ada tambahan guru IPA.
’’Di sana tidak ada tenaga struktural. Sehingga saya merangkap sebagai guru, wakil kepala dan operator,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW