JOMBANG – MI Sulaimaniyah Kauman Mojoagung menggelar kegiatan salawat, Selasa (10/10).
Kegiatan itu, digelar guna menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW serta menumbuhkan jiwa santri yang nasionalis.
’’Ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan menyambut hari santri nasional 22 Oktober,’’ kata Nur Zakiyah MPdI, kepala MI Sulaimaniyah Mojoagung, kemarin.
Sebanyak 2.000 jamaah tumplek blek mengikutinya. Baik dari siswa, wali murid maupun masyarakat umum.
Mereka bersalawat dan mendengarkan tausiyah KH Nur Hadi atau Mbah Bolong.
Zakiyah ingin siswa MI Sulaimaniyah meneladani perjuangan Rasulullah. Serta meneladani sifat-sifat rasul dan akhlak rasul dalam kehidupan sehari-hari.
’’Kami juga melibatkan orang tua dalam kegiatan ini karena orang tua yang mendidik anaknya ketika di rumah,’’ jelasnya.
Salawat diiringi banjari siswa MI sulaimaniyah serta grup Hadrah Rukha.
Event tersebut sekaligus untuk menyambut peringatan hari santri nasional 2023.
Zakiyah berharap, santri MI Sulaimaniyah tidak hanya menjadi santri yang saleh dan salehah. Tapi juga menjadi santri yang tangguh dalam membela negara.
Baca Juga: 94 Tahun MI Sulaimaniyah Mojoagung, Konsisten Jadi Madrasahnya Sang Juara
’’Kami ingin memberikan gambaran tentang perjuangan para santri dalam meraih kemerdekaan, serta menumbuhkan rasa nasionalisme kepada siswa,’’ jelasnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB dhadirid Forkopimcam Kecamatan Mojoagung, serta perangkat Desa Kauman.
Kegiatan dimulai dengan banjari dari MI Sulaimaniyah beberapa lagu, dilanjut pembukaan dipimpin MC.
Pembacaan ayat suci Alquran dilantunkan siswa MI Sulaimaniyah yang meraih juara 3 pada Porseni MI tingkat Kabupaten Jombang 2023.
Setelah sambutan, diisi hadrah, baru kemudian ceramah Mbah Bolong. Kemudian ditutup lagi dengan salawat.
Mbah Bolong menyampaikan tiga hal penting untuk pelajar. Siswa adalah akar, tugas guru adalah menguatkan akar keilmuan siswa agar semakin kuat dan tidak mudah roboh.
Kedua, siswa jamalun (ganteng). Menjadi siswa harus rapi, bersih dan harum selama belajar.
Yang terakhir, kamalun (sempurna), siswa harus multitalenta, mahir di keilmuan dan keagamaan berjalan bersamaan. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW