JOMBANG – Kekurangan guru di Kabupaten Jombang sulit diatasi. Banyaknya guru yang pensiun tiap tahun tak sebanding dengan pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang telah dilakukan.
’’Tiap tahun sekitar 300-an guru pensiun,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kemarin.
Senen menjelaskan, guru yang pensiun itu terdiri dari guru TK, SD dan SMP. Sementara rekrutmen PPPK guru jumlahnya tidak selalu banyak setiap tahun.
Tahun ini, ada 881 guru yang diangkat menjadi PPPK. Tahun lalu, 345 guru mendapatkan SK PPPK.
Sementara kekurangan guru di Kabupaten Jombang masih sangat banyak. Data dari PGRI Jombang menyebutkan, ada kekurangan 1.119 guru di Jombang.
Senen membenarkan jika dari angka ideal, jumlah guru di Kabupaten Jombang memang kurang.
Hanya saja, sementara masih diatasi dengan memaksimalkan jam mengajar guru aparatur sipil negara (ASN) dan memaksimalkan jam mengajar guru tidak tetap (GTT) yang sudah ada.
’’Untuk sementara, semuanya masih bisa diatasi, meskipun sampai ada kepala sekolah yang turun tangan untuk mengajar,’’ jelasnya.
Begitu pula dengan pengangkatan PPPK 2023. Ia tak mengusulkan banyak guru di tahun ini.
Sebab, dua tahun berturut-turut sudah guru. Kini giliran tenaga kesehatan dan tenaga teknis yang diangkat.
Tahun ini, formasi untuk guru hanya 10. Itupun hanya guru dengan status P1 pada formasi PPPK tahun 2021 yang belum diangkat sampai sekarang. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW