JOMBANG - Hingga Juli 2023, sudah ada 59 kepala SD Negeri masih kosong dan dijabat pelaksana tugas (plt). Plt merupakan guru senior yang ada di sekolah tersebut.
Padahal, per 1 Agustus, jumlah kepala sekolah yang pensiun bertambah lagi. ’’Terakhir, ada 59 kepala sekolah yang sudah pensiun. Agustus ada tambahan tiga,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kemarin.
Pelantikan kepala SDN terakhir dilaksanakan awal Juli, namun hanya tiga orang. Diambilkan dari guru penggerak.
Dari 22 guru penggerak angkatan kelima yang memenuhi syarat menjadi kepala sekolah, kini tersisa 19 orang. ’’Sudah kita lantik tiga orang, Agustus 62 orang,’’ jelasnya.
Pengangkatan kepala sekolah mengacu Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.
Guru penggerak bisa menjadi kepala sekolah dengan syarat minimal pendidikan S1 atau D4 dari kampus yang telah terakreditasi.
Pangkat golongan ASN minimal 3B, punya sertifikat guru penggerak, dan maksimal usia 56 tahun.
Untuk daftar menjadi guru penggerak minimal mengajar lima tahun. Senen memastikan, tidak ada tes lanjutan terkait pengangkatan guru penggerak yang akan diangkat menjadi kepala sekolah.
’’Tidak ada tes lagi seperti dulu, karena sudah memiliki sertifikat guru penggerak,’’ urainya.
Guru penggerak juga akan dinilai kelayakannya menjadi kepala sekolah. ’’Kepala sekolah harus memiliki jiwa kepemimpinan, dan terus melakukan upgrade kompetensi,’’ jelasnya.
Senen mengaku sudah melakukan koordinasi dengan BKPSDM. ’’Tapi untuk pengangkatan pertama atau pelantikan, dilakukan oleh bupati,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW