Muwadda'ah berjalan lancar dan sukses. Disaksikan Kepala Kemenag Jombang, Dr Muhajir. Kepala MTsN 10 Jombang, Sugiati, berpesan agar siswa yang sudah lulus terus melanjutkan belajar guna meraih cita-cita. ’’Perjalanan masih panjang, harus semangat melanjutkan pendidikan untuk mewujudkan mimpi dan harapan,’’ pesannya.
Siswa harus mempunyai mimpi yang besar. Sehingga mempunyai motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. ’’Para siswa juga harus berterimakasih dan tidak melupakan orang yang pernah membantu baik di sekolah maupun rumah,’’ ungkapnya.
Dia berharap, 190 siswa yang diwisuda tahun ini bisa melanjutkan belajar ke madrasah. Sehingga tidak hanya mendapat pendidikan umum tapi juga agama. ’’Dengan begitu dunia dan akhirat seimbang,’’ tuturnya.
Sementara Kepala Kemenag Jombang, Dr Muhajir, dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses kepada para siswa yang diwisuda. Ia merasa bangga karena siswa MTsN 10 Jombang bisa lulus 100 persen. ’’Mudah-mudahan semua ilmu dan pengalaman yang didapat selama belajar bisa bermanfaat untuk anak-anak,’’ harapnya.
Ia berpesan, para siswa yang dinyatakan lulus melanjutkan lagi ke jenjang berikutnya. ’’Sekarang fokus belajar. Tidak boleh langsung ke pelaminan. Karena masih sangat panjang. Sekarang menikah minimal usia 19 tahun,’’ imbuhnya.
Diusahakan, lanjut Muhajir, para siswa melanjutkan ke madrasah aliyah. Karena di Jombang banyak madrasah aliyah. ’’MAN di Jombang itu ada 10. Kenapa harus di madrasah? Kita sebagai orang tua wajib mengantarkan anak-anak untuk meraih kesuksesan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat,’’ tegasnya.
Madrasah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus
MTsN 10 Jombang termasuk madrasah layak anak. Mereka juga mencetak anak berkebutuhan khusus yang berprestasi.
Dalam wisuda kali ini, ada satu anak berkebutuhan khusus yang dinyatakan lulus. ’’Ada satu anak yang berkebutuhan khusus. Waktu wisuda dikondisikan di depan,’’ kata Sugiati, kepala MTsN 10 Jombang.
MTsN yang berada di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung ini sudah beberapa kali meluluskan anak berkebutuhan khusus dengan mempunyai bakat dan prestasi. ’’Diantaranya, ada anak berkebutuhan khusus yang mempunyai bakat desain grafis,’’ paparnya.
Dia mengungkapkan, untuk mengajar anak berkebutuhan khusus tidak mudah dan butuh kesabaran. Ini menjadi motivasi para guru untuk mengantarkan mereka sukses. ’’Apa yang menjadi kemauannya, itu yang ditonjolkan,’’ bebernya.
Berbagai prestasi juga kerap didapat para siswa MTsN 10 Jombang. Terbaru, ada satu siswa MTsN 10 Jombang yang mewakili kontingen Jombang pada ajang MTQ tingkat Jawa Timur. ’’Namanya Azam, dia juga pernah mendapat juara nasional pada ajang yang diadakan salah satu televisi swasta,’’ imbuhnya.
Prestasi non akademik juga kerap diraih. Seperti juara nasional pada cabang olahraga wushu dan tenis meja. ’’Ini juga berkat dukungan orang tua yang mendukung penuh anaknya untuk berprestasi,’’ paparnya. (yan/jif/riz) Editor : Achmad RW