’’Yang diujikan ada mata pelajaran agama, dan ada mata pelajaran umum. Tapi itu bukan satu-satunya penentu kelulusan, karena justru yang menyumbang nilai kelulusan tertinggi adalah hafalan Alquran,’’ kata Bisri Mustofa, kepala KPPS Wustha Hamalatul Quran, Jogoroto.
Ujian dilaksanakan 8-14 Mei. PKPPS wustha setara dengan MTs. Ada tujuh mata pelajaran agama dan enam mata pelajaran umum yang diujikan. Pelajaran agama meliputi Alquran, Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tarikh atau SKI, dan Bahasa Arab. Sementara pelajaran umum yang diujikan IPA, IPS, PPKN, Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
’’Kita masih menggunakan ujian kertas. Soal kami dapatkan dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur,’’ ungkapnya.
Kriteria kelulusan untuk PKPPS wustha ditentukan lembaga, dengan panduan dari Kemenag Jombang. Hamalatul Quran membuat ketentuan, 50 persen kelulusan dilihat dari hasil munaqosah hafalan Alquran 30 juz, yang telah dilakukan sebelumnya. Sedangkan 50 persen sisanya dari nilai rapor semester satu sampai semester lima, serta hasil ujian yang telah diikuti santri.
Munaqosah atau ujian hafalan dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Untuk menguji hafalan santri, ustad yang mendampingi akan merekam bacaan Alquran yang dilantunkan santri dalam salat. Satu kali salat minimal setengah juz. Biasanya, satu santri menyelesaikan 30 juz selama dua bulan. ’’Munaqosah tidak bersama-sama. Santri yang sudah siap akan memulai ujian terlebih dahulu,’’ urai Bisri.
Sementara itu, Muhajir, kepala Kantor Kemenag Jombang mengatakan, di Jombang ada dua lembaga yang menyelenggarakan ujian, PKPPS Hamalatul Qur'an Jogoroto dan PKPPS Majmaal Bahroin Shiddiqiyah Ploso. Ijazah PKPPS wustha bisa dipakai untuk mendaftar jenjang SMA atau MA. ’’Tapi biasanya santri melanjutkan ke jenjang ulya di lembaga yang sama,’’ ucap Muhajir.
Mengenai kriteria kelulusan PKPPS wustha, Muhajir menjelaskan ada tiga. Pertama, menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Kedua, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. Serta ketiga, mengikuti ujian yang diselenggarakan lembaga. ’’Mengenai besaran nilai, persentasenya ditentukan lembaga sendiri-sendiri,’’ tuturnya. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW