’’Hingga Maret ada 267 siswa pemohon SKM untuk pengajuan KIP kuliah,’’ kata Hari Purnomo, kepala Dinas Sosial Jombang, kemarin. Januari, ada 180 pemohon SKM KIP kuliah. Februari-Maret, ada 87 pemohon. ’’Semuanya kami buatkan, asal persyaratannya sudah dilengkapi,’’ tambahnya.
Persyaratan yang dia maksud, surat permohonan dan surat keterangan miskin asli dari kecamatan. Juga KTP orang tua dan pemohon, KK, foto rumah tampak depan, samping dan ruangan, pajak bumi terakhir, dan kartu KIS atau KIP jika punya. ’’Semuanya minta rekomendasi dari dinas sosial, meskipun namanya terdata dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),’’ jelasnya.
Pendaftaran KIP kuliah dibagi empat kategori. Pertama, pemegang KIP pendidikan menengah. Kedua, masuk dalam DTKS, masuk dalam data sasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) dengan desil 1-3. Keempat, tidak masuk dalam tiga kategori sebelumnya, namun bisa menambahkan informasi penghasilan orang tua dengan surat keterangan miskin.
Salah satu yang mendaftar KIP kuliah, Karina Emilia Widyaningroh, siswa kelas 12 SMAN Jogoroto. Ia masuk dalam kategori empat. Ia mendaftar melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi). ’’Saya daftar jalur SNBP, tapi kalau tidak lolos, mau ikut yang jalur UTBK,’’ ucap Karina.
Orang tuanya bekerja sebagai buruh peternakan ayam, sehingga berat untuk membiayai kuliah. ’’Kalau dapat KIP kuliah, saya bisa kuliah dengan beasiswa dari pemerintah, juga dapat biaya hidup,’’ jelasnya.
Ana Putri Ayu Ningtyas juga mendaftar KIP kuliah. Ia masuk kategori kedua dan kategori ketiga. Orang tuanya bekerja sebagai pedagang roti goreng dari Sambirejo Jogoroto. Ia mendaftar di SNBP, jika gagal, ia akan mendaftar lagi di jalur SNBT. ’’Mudah-mudahan salah satunya nyantol, biar saya bisa kuliah dengan beasiswa,’’ harapnya. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW