’’Mungkin mereka mengira langsung diangkat, padahal harusnya melakukan pendaftaran dulu melalui SSCASN,’’ kata Bambang Suntowo, kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang, kemarin.
Baik P1 dan P2 harus mendaftar melalui SSCASN. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan seluruh guru. Sebanyak 20 guru yang tidak melakukan pendaftaran SSCASN tak bisa diangkat tahun ini dan harus masuk daftar tunggu.
’’Sudah diberi kesempatan sampai 25 November untuk menyelesaikan resume. Entah karena tidak update atau tidak tahu informasi, sehingga mereka tidak mendaftar sampai batas akhir,’’ jelasnya.
Padahal, informasi terkait PPPK ini sudah disebarluaskan. Baik di website BKPDM, website BKN, atau sosial media. Bambang tak bisa memastikan, apakah 20 guru itu akan diangkat tahun depan. ’’Kami tidak bisa memastikan. Karena kami juga belum mengerti bagaimana kebijakan menpan (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara) untuk tahun depan,’’ terangnya.
Sebanyak 870 guru menjalani sosialisasi persiapan pemberkasan untuk pelamar PPPK priorotas 1 mulai kemarin (29/11) sampai hari ini (30/11) di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang. Sosialisasi dibagi menjadi empat gelombang, masing-masing dua jam. ’’Untuk yang P2 masih ada seleksi obeservasi dulu,’’ ucapnya. Baik P1 maupun P2, pengumuman hasil seleksi dilakukan Februari. ’’Yang 20 itu nanti akan ada observasi, kenapa tidak melakukan pendaftaran,’’ urainya. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW