Kepala Dinas P dan K, Senen, menjelaskan, bimtek jenjang PAUD diikuti oleh seluruh TK, KB dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) se-kabupaten Jombang. ’’Bimtek kita laksanakan bertahap selama 13 hari karena jumlah peserta sangat banyak,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Peserta sangat antusias mengikuti bimtek di Aula 1 Dinas P dan K. Mereka juga langsung praktik dengan membawa laptop masing-masing. ’’Bimtek pemutakhiran dapodik versi 2023 sangat penting,’’ ujar Senen.
Supaya dapodik di masing-masing satuan pendidikan khususnya jenjang PAUD lebih valid dan baru. Karena dapodik merupakan data satu-satunya yang mencakup profil sekolah, data peserta didik, PTK serta data sarpras.
Jika satuan pendidikan tidak melakukan pemuktakhiran dapodik dari versi 2022 ke 2023, risikonya dapat ketinggalan dengan sinkronisasi data yang ada di pusat. Hal itu bisa berdampak terhadap kevalidan lembaga. ’’Tujuan bimtek pemuktakhiran ini adalah untuk pembaruan data dapodik yang terbaru,’’ terangnya.
Senen berharap, dengan bimtek ini dapodik masing-masing lembaga di Jombang lebih valid. ’’Sehingga saat sinkronisasi dengan pusat sudah sesuai,’’ ucapnya. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW