Kepala MTsN 1 Jombang Purnomo menuturkan, pihaknya kini tengah disibukkan mempersiapkan segala keperluan indikator penilaian Madrasah Adiwiyata. ”Jadi kami sekarang mengawal madrasah menuju adiwiyata nasional, mudah-mudahan berhasil,” kata Purnomo kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, madrasah ambil bagian dalam event nasional itu setelah dinyatakan lolos tingkat kabupaten dan provinsi. ”Kami juga dapat undangan, sehingga tahun ini maju menuju nasional. Kalau sudah berhasil bisa ikut atau masuk ke mandiri,” imbuh dia.
Ada beragam indikator penilaian dalam event nasional itu. Dua di antaranya yang paling diutamakan, yakni pekerjaan fisik dan karakter anak. ”Karena tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, persentase fisik kecil, lebih banyak ke karakter anak,” ujar Purnomo.
Dikatakan, untuk pekerjaan fisik, yakni membuat area taman. Mulai dari gerbang masuk madrasah hingga area belakang. Kini di depan setiap ruangan terdapat taman yang indah. ”Itu hanya penunjang saja, pembangunan sudah kita mulai. Yang jelas kita tetap siapkan walaupun nilainya kecil,” tutur dia.
Sementara, kesiapan karakter ditekankan pada anak dan guru hingga staf. ”Misal anak dengan akan berkomunikasi dengan baik, anak dengan guru harus tawadhu kita bentuk budaya salam menyapa anak-anak,” lanjut dia.
Menurutnya, setiap guru diwajibkan bertegur sapa dengan para siswa. Selain menciptakan keakraban, juga menambah atau meningkatkan percaya diri anak. ”Karena siapapun yang menyapa akan mendapat penghargaan dari yang disapa,” tutur Purnomo.
Tidak hanya itu, madrasah yang dia nahkodai juga merupakan madraah inspiratif, dan madrasah ramah anak. Itu membuat pihaknya optimistis tahun ini bisa mencapai tingkat nasional. ”Sudah kita mulai dan berlangsung untuk karakter. Sebelum pembelajaran baca doa, dan ke depan awal tahun ajaran baru kita laksanakan apel guru,” terang dia.
Dikatakan, apel guru juga dihelat setiap hari. Sehingga, tak ada lagi guru yang terlambat tiba di madrasah. ”Jadi guru akan membawa perangkat pembelajaran ke halaman madrasah, setelah selesai apel mereka langsung mengajar. Tidak lagi balik ke ruang guru,” kata Purnomo.
Selanjutnya.......
Punya Obama, Jadi Madrasah Mandiri dan Berprestasi
MTsN 1 Jombang di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek semakin optimistis bisa meraih penghargaan Madrasah Adiwiyata Nasional. Salah satunya memiliki keunggulan program olah batik madrasah (Obama), sehingga menjadi madrasah mandiri dan berprestasi.
Kepala MTsN 1 Jombang Purnomo menuturkan, salah satu nilai plus yang dimiliki madrasah, yakni memiliki batik. ”Yang sudah berjalan dan menjadi nilai plus bagi kita adalah batik, karena menjadi madrasah inspiratif,” kata Purnomo kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, batik yang dimiliki juga sudah memiliki hak paten. Menjadi satu-satunya madrasah yang ekstra membatik. ”Motif yang dikerjakan sekarang adalah karya desain anak-anak sendiri, diambil dari tanaman adiwiyata. Daun sirih dan binahong, ini merupakan motif ke-14 yang kita miliki,” imbuh dia.
Selain itu, MTsN I Jombang, lanjut Purnomo, sudah memiliki galeri. ”Cuma sekarang karena terganjal modal, kami informasikan ke semua teman-teman untuk mendongkrak agar berhasil,” tutur Purnomo.
Salah satunya dalam bentuk tanam modal dasar. ”Dananya tidak akan hilang dan akan dikembalikan lagi,” lanjut dia. Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan salah satu pabrik batik di Jombang. ”Karena ketika ada pesanan banyak, tidak mungkin kita kerjakan sendiri. Tapi untuk design tetap dari ini, karena sudah punya hak paten dan diakui,” kata Purnomo. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW