’’Kalau saya belajar sendiri di google, banyak soal PPG lama yang bisa saya pelajari,’’ kata Aping Eko Nurdianto, guru SDN Ngoro 1 Jombang.
Ia juga belajar seleksi akademik PPG dengan teman-teman seangkatannya. ’’Saya juga belajar kelompok dengan teman-teman,’’ ucapnya.
Hari ini (17/5) merupakan hari terakhir cetak kartu peserta seleksi akademik. Uji coba aplikasi untuk seleksi akademik dilaksanakan 22 Mei. Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang melalui Karyono, kabid Pembinaan Ketenagaan mengatakan, PPG langsung ditangani Kemendikbudristek. Sehingga dinas tidak tahu berapa jumlah guru yang ikut seleksi PPG tahun ini.
’’Langsung ditangani kemendikbud, dan guru mendaftar langsung secara online tidak melalui dinas terlebih dulu,’’ ungkapnya.
Ia mengatakan, untuk bisa lolos seleksi PPG, guru bisa belajar melalui soal-soal PPG yang sebelumnya pernah diujikan. "Banyak di google bisa dicari dan dipelajari," jelasnya.
Ia minta guru memahami isu pendidikan terkini. Seperti sekolah penggerak, guru penggerak, juga kurikulum Merdeka. ’’Biasanya isu terkini mengenai pendidikan yang diujikan,’’ jelasnya.
Juga soal-soal yang pernah diujikan tahun lalu. ’’Dinas tidak tahu soalnya seperti apa. Semuanya online, tapi biasanya tidak jauh dari sebelumnya,’’ bebernya.
Guru PNS, PPPK maupun honorer yang belum mengikuti PPG, ia minta rajin mengisi data di dapodik. Karena keaktifan mengisi data di dapodik menunjukkan masa kerja. ’’Tapi sejauh ini guru-guru cukup aktif mengisi data di dapodik,’’ jelasnya.
Guru yang sudah lulus PPG akan mendapatkan tunjangan profesi guru atau sertifikasi. Besarannya satu kali gaji untuk guru PNS atau PPPK. Sedangkan untuk guru honorer besarannya sesuai masa kerja, kurang lebih Rp 1,5 juta per bulan, yang diberikan tiga bulan sekali.
’’Untuk guru honorer ada indikatornya sendiri. Rata-rata nilai tunjangannya Rp 1,5 juta per bulan,’’ terangnya. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW