Ngaji Kitab Adabul Alim Wal Muta’alim di Tebuireng, Ilmu Harus Diamalkan agar Berbuah Manfaat

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 07:46 WIB
Farihatul Husna kelas 10-B MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng
Farihatul Husna kelas 10-B MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng

 

Senin (7/9) di Pondok Pesantren Tebuireng Putri saya mengikuti pengajian kitab Adabul Alim Wal Muta'alim karya KH M Hasyim Asy’ari. Ustazah Ifa menjelaskan keutamaan mempelajari ilmu dan mengajarkannya.

’’ Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Puncak dari ilmu adalah amal,’’ tuturnya.

Ilmu ketika diamalkan seperti pohon yang berbuah. Buah tersebut bisa bermanfaat untuk sekitarnya. ilmu yang diamalkan juga menambah umur. Orang yang mempelajari ilmu lalu mengamalkannya, maka Allah Ta’ala akan mengajarinya ilmu yang belum dia ketahui.

Sebaliknya, ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah.

Baca Juga: Siswa Madrasatul Quran Tebuireng Diingatkan Bahaya Pacaran dan Pergaulan dengan Lawan Jenis

Barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmu maka bukan termasuk orang yang beruntung. Sama seperti tubuh kita, jika tidak diberi makan maka akan jatuh sakit. Begitu juga dengan roh kita yang tidak diberi ilmu, maka akan mati.

Rasulullah bersabda; Barangsiapa yang berangkat pagi ke masjid ia tidak menginginkan kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya hingga matahari terbit kemudian salat sunah dua rakaat, maka baginya pahala haji yang sempurna.

Nabi juga bersabda; Belajar ilmu satu jam lebih utama dibanding salat seribu rakaat, takziah seribu jenazah atau menjenguk seribu orang sakit.

Orang yang selama 40 hari tidak ngaji ilmu agama maka hatinya akan keras seperti batu sehingga sulit menerima nasihat.

Oleh: Farihatul Husna kelas 10-B MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng

Editor : Anggi Fridianto
KH Hasyim Asyari Ngaji Tebuireng Adabul Alim Wal Mutaalim Ilmu dan Amal pondok pesantren tebuireng