Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Student Journalism: Menjaga Lisan

Rojiful Mamduh • Rabu, 29 April 2026 | 11:58 WIB
M Hilmi Nizam H
M Hilmi Nizam H

 

Jumat  (13/2) saat khotbah di Masjid Pesantren Tebuireng, KH Fahmi Amrullah, selaku pengasuh Pesantren Putri Tebuireng dan Ketua PCNU Jombang menyampaikan pentingnya menjaga lisan. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Yang paling banyak memasukkan manusia ke neraka adalah lisan,’’ tuturnya.

Nabi bersabda; Siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya berkata baik atau diam. 

Suatu ketika Luqman Al-Hakim diminta majikannya untuk menyembelih seekor kambing. Sang majikan minta bagian yang paling baik. Luqman memberikan hati dan lidah.

Keesokan harinya, si majikan ganti minta bagian yang paling buruk. Luqman kembali memberikan hati dan lidah.

Kepada majikan yang heran Luqman menjelaskan; Sesungguhnya tidak ada bagian yang lebih baik daripada hati dan lidah apabila keduanya dijaga dengan baik. Sebaliknya, tidak ada bagian yang lebih buruk daripada keduanya apabila tidak dijaga dengan baik.

Sering kali kita mendengar ungkapan di masyarakat, ’’Orang itu hatinya jelek,’’ ketika perilaku dan ucapannya buruk. Sebaliknya, ketika seseorang berperilaku dan bertutur kata dengan baik, orang lain akan mengatakan bahwa hatinya baik.

Nabi bersabda; Sesungguhnya di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, itu adalah hati.

Luka akibat pedang masih mungkin diobati, tetapi luka yang disebabkan oleh lisan sering kali tidak dapat disembuhkan. Sekali ucapan keluar, dampaknya bisa menetap dalam hati orang lain.

 

Oleh M Hilmi Nizam H, Kelas 11-C MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng

 

Editor : Anggi Fridianto
#Masjid Pesantren Tebuireng #opini #Jombang #siswa Jombang