Minggu (19/4) saat halalbihalal dan temu alumni Pondok Pesantren Madrasatul Quran di GOR MQ, Mudir 1, Dr KH Ahmad Mustain Syafiie, berpesan agar para alumni menjadi juru bicara (jubir) Allah Ta’ala. ’’Pelajari makna ayat-ayat Alquran yang jelimet-jelimet itu dan sampaikan ke masyarakat. Jadilah juru bicara Allah yang amanah biar berkah,’’ tuturnya.
Kiai Mustain lalu menyontohkan surat pendek Al-Kautsar. Kautsar itu maknanya nikmat yang banyak. Wanhar itu maknanya perintah menyembelih unta sebagai hewan kurban paling besar. ’’Ini menunjukkan bahwa kita harus seimbang. Semakin besar nikmat yang diperoleh maka yang disedekahkan harus semakin besar,’’ terangnya.
Orang yang pendapatannya di atas Rp 1 miliar, tentu sedekahnya harus lebih banyak dibanding orang yang pendapatannya lebih sedikit.
Fasolli lirabbik, salatlah karena Tuhanmu. Ini menunjukkan salat itu dalam semua keadaan. Tidak pandang dapat nikmat banyak atau sedikit, kita harus tetap salat karena Allah telah memberi kita nikmat berupa penciptaan. Kita diwujudkan itu adalah nikmat paling besar.
Selasa (21/4) di MA Madrasatul Quran, Tebuireng, Ustad Budi Al-Ashad, selaku kepala madrasah menjelaskan tentang peringatan Hari Bumi 22 April. ’’Menyambut peringatan Hari Bumi mari kita menjaga kebersihan bumi lingkungan kita dengan membersihkan sampah plastik,’’ tuturnya.
Pada Rabu (22/4) para siswa diminta membawa sampah plastik untuk dikumpulkan guna didaur ulang. Ini juga untuk menyukseskan program Adiwiyata.
Oleh Badru Muhammad Zakki, Kelas 11-K MA Madrasatul Quran, Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto