Jumat (10/4) di kelas 7-A MTsN 9 Jombang, guru Qur'an Hadis, Ustadah Luluk, menyampaikan pentingnya optimistis dan sabar. ’’Kita harus menjadi orang yang sabar dalam menghadapi masalah,’’ tuturnya.
Sabar yakni menahan diri. Tidak marah dan tidak emosi. ’’Ketika mempunyai masalah dengan teman, kita harus berani menyelesaikannya,’’ lanjutnya.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala di Surat Albqarah 45; Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
Juga di Surat Albaqarah 153; Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat; Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Selain itu, Allah juga menjanjikan kemudahan setelah kesulitan. Sebagaimana disebutkan di Surat Al-Insyirah 6; Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Jalan keluar dari kesulitan serta kemudahan selalu mengiringi kesusahan. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ketahuilah bahwa pertolongan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan kesulitan bersama kemudahan.
Optimis dan sabar adalah dua sifat terpuji yang harus dimiliki oleh manusia sebagai penggerak roda kehidupan. Dengan sifat optimistis, manusia memiliki keyakinan dan motivasi untuk meraih mimpinya. Meskipun dalam meraih mimpi dan keinginannya terdapat cobaan yang harus dihadapi. Pada titik ini kesabaran adalah kunci untuk melewati ujian dan cobaan tersebut.
Oleh: Aka Juwansa Putra, Kelas 7-A MTsN 9 Jombang di Tanjunganom Diwek
Editor : Anggi Fridianto