Selasa (3/2) di PP Al-Madienah, Denanyar, KH Muhammad Najib Muhammad Al Iman selaku pengasuh mengingatkan para santrinya agar selalu sopan santun. Baik dalam sikap, perilaku maupun perkataannya. ’’Wong sing apik nang pondok iku akan menjadi apik juga di masyarakat. Pondok Al-Madienah itu pondok yang paling mementingkan akhlak. Santrine Abah kabeh kudu podo rukun,’’ tuturnya.
Akhlak merupakan indikator paling penting bagi santri sebelum mereka terjun ke masyarakat. Di penjara suci ini, para santri ditempa bukan hanya ilmunya, tapi juga fisik dan tutur katanya. Kami dikumpulkan pada tempat yang penuh dengan kebaikan. Kami dituntut agar bisa menjauh dari kenikmatan dunia untuk mencapai kenikmatan abadi di akhirat.
Di pondok pesantren, kehidupan kita diatur sedemikian rupa. Seperti makan, minum, tidur, disiplin, dan tentunya perilaku serta tindakannya. Bersosialisasi di pondok akan menjadi pedoman di masyarakat untuk menghadapi berbagai macam problematika kehidupan.
Kita banyak diberi pedoman sehingga bisa belajar lebih baik ke depannya. Melalui pengalaman, kita dituntun agar bisa belajar dari semua hal. Rindu dan muhasabah diri menjadi makanan pokok di pondok sebagai prinsip agar bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Kalau di penjara, kita dituntut dari yang jelek menjadi baik. Sedangkan di pesantren, kita dituntut dari yang baik menjadi lebih baik.
Oleh Affan Fairuz, Santri PP Al-Madienah, Denanyar, Jombang
Editor : Anggi Fridianto