Rabu (12/11) di aula PP Al-Mahfudz Seblak diadakan sosialisasi tentang kepemimpinan menurut pandangan Islam. Ustad Miftahul Asror menyampaikan tentang pemimpin yang baik. ’’Pemimpin yang baik berteladan pada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,’’ tuturnya.
Pertama, kepemimpinan yang baik dimulai dari diri sendiri. Pemimpin harus bisa mendisiplinkan dirinya sendiri. Dia juga bisa mengatur waktunya. Ini fondasi dari semua bentuk kepemimpinan. Karena seseorang tidak dapat memimpin orang lain sebelum mampu memimpin dirinya sendiri.
Kedua, kepemimpinan pada aspek sosial. Yakni kemampuan memimpin suatu kelompok atau organisasi. Khususnya dalam membangun hubungan yang baik dengan orang lain melalui komunikasi efektif, empati, kerja sama, dan kemampuan menyelesaikan konflik.
KH Hasyim Asy’ari berpesan: Pemimpin harus amanah, tidak boleh lalai, korup, atau menyalahgunakan jabatan. Karena kelak akan dimintai tanggung jawab di akhirat.
Pemimpin harus terus belajar. Tidak boleh merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki. Wajib membuka dirinya terhadap musyawarah dan kritik.
Pemimpin wajib menumbuhkan persaudaraan dan menghindari perpecahan.
Pemimpin harus berani membela kebenaran. Tidak takut pada tekanan selama berada di jalan yang benar. Menjauhi sifat pengecut atau tunduk pada kebatilan.
Oleh Tiara Angelia, Kelas XI-B MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto