Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bhima Aneka Besek: Dari PHK hingga Menembus Pasar Internasional

Dwi Aris Supriyanto • Rabu, 26 November 2025 | 14:21 WIB
Kania Putri Lestari, Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya
Kania Putri Lestari, Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya

Oleh Kania Putri Lestari, Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Udara pagi di Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dihiasi suara gesekan bambu dari rumah produksi kecil milik Etikawati dan suaminya, Arief Susanto. Keduanya pemilik usaha Bhima Aneka Besek, yang berdiri sejak 2019.

Usaha tersebut dimulai setelah Arief terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempatnya bekerja. Situasi sulit itu justru menjadi awal dari perjalanan usaha yang kini dikenal hingga luar negeri.

Sebelumnya, Etikawati menjalankan usaha catering rumahan. Ia sering memakai besek sebagai kemasan makanan.

Ketika fotonya diunggah ke media sosial, justru kemasannya yang menarik perhatian. Melihat peluang itu, ia mulai menjadi reseller besek konvensional.

Permintaan terus meningkat, sementara perajin tidak mampu memenuhi kebutuhan. ’’Karena permintaan banyak, kami memutuskan produksi sendiri,’’ kata Etikawati.

Dengan modal awal lima juta, mereka mulai membuat besek bambu dengan desain beragam. Seperti curve, bulat, limas, hingga sokase.

Pemasaran dilakukan melalui Facebook, Instagram, dan respons masyarakat sangat positif. Pelanggan mereka kini meliputi pelaku katering, restoran, hingga galeri besek terbesar di Jawa Timur.

’’Alhamdulillah, dari sosmed kami bisa bertemu banyak customer (pembeli),’’ ucapnya.

Dalam proses produksi, enam pekerja membantu perakitan di rumah produksi. Sementara proses menganyam dilakukan ibu-ibu sekitar desa.

Sistem ini memberdayakan masyarakat, yang memungkinkan para ibu bekerja dari rumah.

Selain memproduksi desain sendiri, mereka melayani pesanan custom, yang membuat variasi produk terus berkembang.

Kini omset Bhima Aneka Besek mencapai sekitar Rp 70 juta perbulan dan meningkat hingga 50 persen saat bulan-bulan tertentu. Kendati terkendala ongkir besar untuk pengiriman luar Jawa, produk mereka telah menembus pasar internasional seperti Singapura dan Malaysia.

Selain itu, Etikawati dan Arief sering menjadi narasumber pelatihan UMKM di desa-desa. Mengajarkan teknik anyaman hingga strategi pemasaran digital.

Bagi mereka, usaha ini bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga cara menjaga tradisi bambu sekaligus membuka peluang bagi banyak orang.

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#opini #Jombang