Senin (13/10) di PP Al Farros Tebuireng, saya membaca novel berjudul Turning Page yang ditulis Auryn Vientania. Di situ ada tulisan tentang pentingnya tersenyum. ’’Senyum itu mudah. Kamu tersenyum sudah berbuat suatu kebaikan.’’
Banyak yang berpikir, tersenyum itu sulit dilakukan. Tersenyum juga harus sesuai perasaan kita.
Saya pernah merasa sedih yang sangat mendalam. Teman saya memberi motivasi dengan tersenyum. Karena senyumnya saat itu membuat aku tertular. Senyumnya membuat saya sedikit tenang dengan kata-kata motivasinya.
Dengan tersenyum kita dapat menularkan kebahagiaan. Tersenyum itu juga sedekah. Ustadah Mutmainnah pernah berkata: ’’Bersedekahlah, meskipun kamu tidak dapat memberikan barang ataupun uang, kita memberikan senyuman saja sudah termasuk sedekah.’’ Dan yang pasti, senyum itu gratis!
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Senyummu kepada saudaramu itu sedekah.
KH Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta‘allim menulis; Seorang muslim harus menampilkan wajah yang berseri dan menyenangkan kepada sesama, karena akhlak yang baik akan membuka pintu-pintu kebaikan. Jadilah kamu sebab orang lain merasa tenang, bukan merasa terbebani. Akhlak baik itu lebih tajam daripada kata-kata.
Oleh Siti Farida, Kelas X-G MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto