Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 266: Belajar Taat meskipun Berat  

Rojiful Mamduh • Minggu, 19 Oktober 2025 | 14:56 WIB

 

Renungan Minggu 69: Berdoa Dan Bersyukur
Renungan Minggu 69: Berdoa Dan Bersyukur

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin.  Terutama tentang pentingnya belajar taat meskipun berat.

 

’’Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu,’’ tuturnya mengutip Amsal 3:5-6.

 

Jika kita seorang pengikut Yesus, ketahuilah Dia memanggil kita untuk hidup taat, bahkan jika itu tampak konyol bagi orang lain. Bahkan jika itu tidak masuk akal secara finansial, atau bahkan jika kita tidak memahaminya dan takut setengah mati.

Contoh nyata bahwa ketika berani taat sekalipun berat. Maka hal itu mendatangkan mujizat. Peristiwa menarik itu tertulis di Injil Lukas pasal 5:1-11, tentang Simon yang gagal, namun akhirnya dipulihkan.

Setelah semalam-malaman dia dan kawan-kawannya telah berjuang keras namun tanpa hasil, mereka bertemu Yesus di pantai. Dan Injil Lukas mencatat bahwa Yesus meminjam perahu Simon untuk mengajar orang banyak yang mengikuti Yesus. Apa yang terjadi setelah itu?

 

Lukas 5:4-5 mengatakan, ’’Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: ’’Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.’’ Simon menjawab: ’’Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.’’

 

Yesus bukan hanya naik ke perahu Simon Petrus. Namun Yesus tidak berhenti di situ saja, Dia mulai memberikan instruksi kepada mereka, para nelayan profesional itu tentang cara menangkap ikan! Kita perhatikan reaksi Petrus.

Ia tidak membantah Yesus. Ia tidak berkata, ’’Maaf, Tuhan. Engkau seorang tukang kayu. Aku seorang nelayan. Kami saja tidak bisa menangkap seekor ikanpun. Siapakah Engkau mengajari kami cara menangkap ikan?’’

 

 Sebaliknya, Petrus tidak ragu-ragu. Ketika Yesus menyuruhnya membawa perahunya ke tempat yang dalam, ia tidak berkata, ’’Tunggu dulu, kita pikirkan dulu sejenak? Ayo, kita lakukan pemungutan suara,’’ atau ’’Kami sudah kelelahan dan badan kami kotor, Tuhan. Bagaimana kalau kita coba lagi sore nanti?’’

Sebaliknya, apa yang Petrus lakukan? Ia merespons Yesus dengan ketaatan tanpa ragu. Ketidaktaatan akan selalu merugikan, karena kita akan kehilangan berkat Tuhan dalam hidup kita.

Tetapi ketika kita berkata, ’’Tuhan, aku tidak mengerti semua ini, tetapi aku memilih untuk tetap taat pada-Mu walau apa pun yang terjadi’’, maka kita akan mengalami pertolongan dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita. Perintah-Nya tidak harus masuk akal bagi kita. Kita hanya perlu percaya kepada-Nya dan mengerjakannya dengan iman. Percayalah kepada Firman Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

’’ Tetaplah taat meskipun berat, percayalah sebab Tuhan selalu memikirkan yang terbaik buat kita, walau kita tidak bisa langsung melihatnya. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Renungan #Radar Jombang #Minggu