Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

6 Langkah Menjalankan Business School ala 'Bakul'

Achmad RW • Minggu, 16 Februari 2025 | 18:41 WIB

 

Kepala MTsN 9 Jombang di Dusun Tanjunganom Desa Bulurejo Kecamatan Diwek, Abdul Haris SPd
Kepala MTsN 9 Jombang di Dusun Tanjunganom Desa Bulurejo Kecamatan Diwek, Abdul Haris SPd

Mengelola madrasah bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan. Salah satunya dengan business school ala "bakul"(pedagang kecil).

Mungkin terdengar unik, tetapi sebenarnya pendekatan ini relevan dengan dunia nyata.

Filosofi bakul mengajarkan kita tentang kemandirian, keberanian mengambil risiko, dan pemahaman yang mendalam tentang konsumen.

Berikut adalah beberapa poin konsep business school ala bakul:

Pertama, keberanian dan kepekaan terhadap peluang.

Seorang bakul tak punya ruang untuk menunggu waktu atau modal besar. Mereka memulai dengan apa yang ada dan mencari peluang di mana pun.

Ini mengajarkan calon pengusaha untuk peka terhadap pasar dan segera bertindak ketika ada peluang, atau bahkan menciptakan peluang.

Pengembangan madrasah/sekolah yang tertuang dalam rencana strategis (Renstra) madrasah berlandaskan evaluasi diri madrasah (EDM) yang tepat jika dilakukan dengan berani dan peka terhadap peluang maka akan membawa dampak signifikan.

Kedua, pendekatan praktis vs teori. Pada umumnya business school sering kali fokus pada teori-teori bisnis yang mendalam.

Sementara itu, bakul belajar melalui praktek langsung. Pengalaman harian mereka dalam menghadapi pelanggan, menegosiasikan harga, dan mengelola keuangan adalah pembelajaran yang tak ternilai.

Pengelolaan manajemen madrasah/sekolah tidak hanya berdasarkan hal-hal teoritis saja.

Namun sudah mengarah pada hal praktis, bagaimana mengelola sumber daya madrasah baik pendidik, tenaga pendidik, dan anak didik secara praktis akan menjadi sebuah potensi luar biasa.

Ketiga, manajemen sederhana dan efisien.

Bakul dikenal karena manajemen yang sederhana tapi efektif. Mereka harus pandai dalam hal pengelolaan modal kecil, logistik sederhana, dan menjaga biaya operasional serendah mungkin.

Ini memberikan pelajaran penting bahwa efisiensi adalah kunci utama keberhasilan.

Penerapan 8 standar nasional pendidikan (SNP) dilakukan sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) sederhana dan efesien, melalui rencana program tahunan (RKT) terdapat program prioritas yang nanti akan mendapat porsi perhatian lebih banyak dalam hal biaya operasional yang efesien dengan membawa outcome besar bagi madrasah/sekolah.

Keempat, hubungan dekat dengan konsumen.

Seorang bakul sering kali memiliki hubungan yang dekat dengan pelanggan. Mereka memahami kebutuhan, keinginan, dan perilaku konsumen secara langsung.

Dalam dunia bisnis modern, pendekatan ini mengajarkan pentingnya customer intimacy untuk menciptakan loyalitas dan retensi pelanggan.

Forum rapat orang tua/wali murid digunakan sebagai salah satu sarana serap aspirasi untuk koreksi kekurangan pengelolaan, dan pengembangan madrasah.

Penyampaian program-program madrasah disetujui, didukung karena memang program tersebut harapan mereka.

Kelima, adaptasi dan fleksibilitas. Bakul sangat tangguh dalam menghadapi perubahan.

Mereka mampu beradaptasi dengan cepat terhadap permintaan atau perubahan kondisi ekonomi di tengah persaingan yang ketat.

Ketangguhan dalam menghadapi ancaman persaingan telah diantisipasi sejak dini dengan mempelajari isu-isu terkini, menyiapkan beberapa alternatif solusi yang fleksibel terhadap perubahan yang dihadapi.

Dari sini, bisa dikatakan bahwa meskipun "bakul" mungkin tidak memiliki fasilitas mewah, mereka memiliki kebijaksanaan praktis yang sering kali lebih sesuai dengan realitas bisnis yang sesungguhnya.

Keenam, berorientasi untung dunia akhirat. Dalam Alquran, Allah SWT banyak mengibaratkan dunia sebagai perniagaan untuk akhirat.

Salah satunya disebutkan dalam QS Fatir 29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.

Para bakul itu rata-rata adalah orang yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing.

Dengan bakulan pagi hari, mereka bisa leluasa mengikuti pengajian pada siang, sore bahkan malam hari.

Dalam mengelola madrasah/sekolah, orientasi kita tidak hanya mengantarkan siswa sukses di dunia, namun juga sukses di akhirat.

Makanya di MTsN 9 Jombang ada pembiasaan salat Duha berjamaah, salat Duhur berjamaah, salat Asar berjamaah dan tiap hari siswa bersama-sama membaca Alquran dua halaman. (*)

Penulis:
Abdul Haris SPd - Kepala MTsN 9 Jombang

 

Editor : Achmad RW
#School #Bakul #Ala #Business