Pernahkah Anda membayangkan kehidupan kecil yang tertidur selama bertahun-tahun dalam suhu ekstrem, menunggu untuk dibangunkan? Inilah gambaran proses thawing embryo, bagian dari program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF).
IVF adalah metode pembuahan antara sperma dan ovum di luar tubuh, yang meningkatkan peluang pasangan untuk hamil.
Dalam IVF, biasanya diperoleh beberapa embrio dari proses pembuahan.
Setelah observasi selama lima hari, dipilih 2-3 embrio berkualitas terbaik untuk ditanamkan ke rahim.
Embrio yang tersisa dapat dibekukan (freezing embryo) untuk digunakan di masa depan.
Misalnya jika terjadi kegagalan implantasi atau pasangan ingin memiliki anak lagi tanpa memulai proses IVF dari awal.
Thawing embryo adalah proses mencairkan embrio beku yang disimpan pada suhu ekstrem -196°C.
Setelah pencairan, embrio dikultur selama 2-4 jam untuk memastikan kelangsungan hidupnya sebelum ditanamkan ke rahim ibu.
Teknik ini memberikan fleksibilitas waktu, memungkinkan calon ibu mempersiapkan kondisi rahim secara optimal dan merencanakan kehamilan tanpa tekanan.
Selain itu, metode ini mengurangi biaya dan tekanan emosional karena pasangan tidak perlu mengulang seluruh siklus IVF jika percobaan awal gagal.
Embrio beku juga dapat disimpan bertahun-tahun, memberikan kesempatan bagi pasangan untuk hamil di masa depan.
Proses ini memiliki banyak keuntungan. Dengan membekukan embrio, pasangan dapat merencanakan waktu kehamilan yang sesuai dengan kondisi fisik dan emosional mereka.
Selain itu, teknik ini mengurangi kebutuhan akan obat kesuburan yang sering digunakan dalam siklus IVF baru, sehingga mengurangi risiko efek samping akibat hormon.
Namun, ada tantangan yang perlu diperhatikan, seperti biaya penyimpanan jangka panjang, risiko kesehatan akibat penggunaan hormon kesuburan, serta kemungkinan embrio tidak bertahan selama proses pembekuan dan pencairan.
Selain pembekuan embrio, teknik serupa juga diterapkan pada sel telur (egg freezing) dan sperma (sperm freezing).
Egg freezing menjadi solusi bagi perempuan yang ingin menunda kehamilan tanpa mengorbankan kualitas sel telur.
Misalnya, artis Indonesia Luna Maya telah mencoba teknik ini untuk mempersiapkan kehamilan di masa depan.
Sel telur matang yang diambil dari ovarium akan dibekukan dan disimpan. Jika diperlukan, sel telur ini dapat dicairkan kembali, dibuahi, dan ditanamkan ke rahim untuk memulai proses kehamilan.
Dengan berbagai manfaatnya, thawing embryo dan teknik pembekuan lainnya memberikan harapan besar bagi pasangan yang mendambakan keturunan dan perempuan yang ingin merencanakan kehamilan sesuai waktu terbaik mereka, sambil tetap fokus pada karier dan kehidupan pribadi.
Proses ini membuka peluang baru bagi generasi masa kini untuk membangun keluarga tanpa harus terburu-buru.
Penulis:
Nadia Herlia Octaviany
Mahasiswa Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya
Editor : Ainul Hafidz