Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Refleksi Hari Guru 2024: Kembalikan Jati Diri dan Karakter Pendidikan Kita

Achmad RW • Senin, 25 November 2024 | 14:28 WIB
Muhamad Dulkhoiri, S.Pd., M.Si, guru Sosiologi MAN 1 Jombang
Muhamad Dulkhoiri, S.Pd., M.Si, guru Sosiologi MAN 1 Jombang

PERJALANAN seorang pahlawan tanpa tanda Jasa masih umumkah berkumandang di telinga masyarakat yang sudah mengonsumsi digitalisasi sekarang ini, tentu masih dan tidak dikarenakan orientasi peserta didik lebih selangkah melacak era globalisasi ini.

Namun kenyataannya berbagai terpaan gelombang hujatan sang pendidik bertubi-tubi, semua terlepas dari arus kebijakan yang dijalankan oleh sang pendamping peserta didik di kelas.

Hal inilah perjalanan wajah gurupun menyesuaikan kondisi dan situasi yang berbeda, guru sebagai panggilan jiwa.

Kedahsyatan panggilan jiwa bisa melampaui sekat-sekat hambatan untuk menjadi guru.

Dia memahami betul esensi menjadi guru adalah membantu dan mengantarkan siswa menjadi manusia sejati berbasis pada perilaku, budi pekerti, dan karakter.

Sehingga diandalkan pentingnya guru sebagai sumber keteladanan dan inspirasi sehingga guru harus berusaha menampilkan diri sebagai sosok penuh kemuliaan.

Dalam dekade globaliasi dan generasi Z , peserta didik kita sudah lama terbuai pulas oleh adanya digitalisasi yang salah arah dan kurangnya filterisasi serta kontrol dalam penggunaan gadget, bukan berarti tidak sama sekali dan diharamkan dalam penggunaan gadjet.

Untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital ini, guru dan siswa harus mampu berkomunikasi secara efektif dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Selain itu, seiring dengan kemajuan teknologi, mau tidak mau akan menyebabkan semakin banyaknya permasalahan yang memerlukan penjelasan detail dan waktu yang tepat.

Tantangan yang dihadapi antara lain globalisasi, pertumbuhan ekonomi, persaingan internasional, masalah lingkungan, politik, dan sosial.

Tantangan  kompleks ini menjadikannya untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan saat ini.

Amanat UUD 1945 Pasal 31 Ayat 1 – 5 mengamanatkan kepada subjek dan objek pendidikan, berbagai kebijakan dan APBN untuk mencerdaskan bangsa dengan pendidikannya namun belum menyetuh yang seharusnya kita berikan pada pangkuan ibu pertiwi tercinta.

Kondisi dan situasi sudah seharusnya kita mulai menata subjek dan objek pendidikan.

Subjek di sini tentu bukan saja guru tetapi subjek lain juga menentukan pendidikan, subjek dominan di sini tentu di tangan sang guru untuk menjalankan objek pendidikan.

Jikalau jati diri bangsa Indonesia adalah Pancasila. Pancasila adalah jiwa dan kepribadian, ideologi bangsa, maka jati diri pendidikan kita keragamnan budaya, budaya toleransi, berbahasa dan sastra Indonesia, semangat bergotong royong, berbasis kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa.

Melalui toleransi, bangsa Indonesia bisa lebih menerima perbedaan yang ditunjukkan dalam kurikulum pendidikan.

Misalnya, menciptakan pembelajaran inklusif, menghargai keberagaman dan menumbuhkan pemahaman karakter peserta didik dan tenaga pendidik.

Kondisi ini harus segera dijalankan dengan langkah konkret, dari subjek dan objek pendidikan. (*)

Penulis:

Muhamad Dulkhoiri, S.Pd., M.Si 

Guru Sosiologi MAN 1 Jombang

Editor : Achmad RW
#opini #MAN 1 Jombang #guru sosiologi #hari guru #jati diri #Jombang #refleksi #karakter #pendidikan