Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tafsir Dua Kata Spesifik dari Allah di Ayat Terakhir Surat Al Ashr

Achmad RW • Jumat, 1 November 2024 | 13:02 WIB
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.

RadarJombang.id - Wa tawashau bi al-haqq wa tawashau bi al-shabr. Saling memberi nasihat sesama, dengan kebenaran dan kesabaran.

Dengan ayat terakhir ini, lengkaplah panduan menghindari kerugian berat (khusr) di hari akhir nanti.

Atau, Tuhan – selanjutnya - memberi tiga kiat demi terhindar dari kerugian tersebut.

Pertama, beriman, kedua, beramal saleh dan keduanya telah dipaparkan di atas.

Dan ketiga saling memberi nasihat bi al-haq dan bi al-shabr.

Tesis terakhir ini terdapat al-takrar, pengulangan kata dalam satu frasa yang pendek, yakni kata ’’tawashaw’’ (wa tawashau bi al-haq, wa, tawashau bi al-shabr).

Kok gak disingkat saja, misalnya: ’’Wa tawashau bi al-haqq wa al-shabr ..?’’ Allah a’lam.

Pengulangan kata ’’tawashau’’ tersebut lebih karena hikmah yang terletak pada materi tawashau itu sendiri, yaitu al-haq dan al-shabr.

Al-haq adalah kebenaran, materi yang mesti dinasihatkan oleh orang beriman kepada sesamanya.

Kebenaran dalam keimanan, kebenaran beragama, kebenaran sosial, berpolitik, kebenaran akademik dan sebagainya. Sedangkan, al-shabr adalah aplikasinya.

Praktik al-haq tersebut pada kehidupan sehari-hari sungguh membutuhkan kesabaran, keuletan dan komitmen yang tangguh.

Dengan penggabungan tersebut, maka pesan al-haq dan al-shabr menjadi sempurna dan landing di hati audiens.

Bahwa benar, materi memang harus bagus (al-haq) dan praktiknya juga harus bagus pula (al-shabr).

Ya, karena dalam praktiknya ada materi pesan yang bagus (al-haq) , tetapi cara penyampaiannya tidak bagus, maka jadinya kurang bisa diterima.

Begitu halnya ketika al-haq itu tidak amalkan secara bagus, juga kurang mengena dan tidak optimal.

Karena makna dan sifat al-haq dan al-shabr itu tidak sama, maka metode penasihatannya tidak sama pula.

Dan untuk mengisyaratkan ketidaksamaan tersebut, lalu diulangkan kata pengantarnya, ’’wa tawashau’’. Allah a’lam.

Surah al-‘ashr ini tidak mengunggah pesan kesuksesan berikut kiat-kiatnya, misalnya: Hendaknya manusia meraih kesuksesan .. bla bla bla..

Tetapi mengunggah kerugian mengerikan, disertai kiat-kiat menghindarinya.

Mengapa..? Ya, sebab mansuia yang terjerembab dalam kerugian tersebut itulah yang terbanyak.

Lalu diberi warning keras dengan nada sumpah berlapis agar terhindar. Dan gaya begini ini lebih tajam ketimbang perintah menuju sukses.

Khatam, ngaji surah al-‘Ashr dan bersambung, in sya Allah. (*)

 

 

Editor : Achmad RW
#Tafsir #surat #Al Ashr #Ayat #kata #Dua