Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tafsir Surat Al Ashr dan Pembagian Tiga Waktu Penting Sehari-hari dalam Islam

Achmad RW • Jumat, 6 September 2024 | 14:23 WIB
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.

Wa al-‘ashr. Al-‘ashr, artinya waktu secara umum, waktu apa saja dan kapan saja.

Meskipun ada waktu yang bernama ‘ashr, yaitu menjelang matahari terbenam. Ashara artinya memeras. Ashir al-‘inab, jus anggur.

Memeras anggur menjadi minuman. Ini minuman elite yang biasa disuguhkan untuk orang gedean.

Maksudnya, waktu asar adalah waktu sari, waktu inti. Waktu siang hari yang berjalan mulai pagi, duha, siang yang disarikan pada waktu asar.

Makanya, ada larangan tidur pada waktu asar atau menjelang magrib.

Di dalam literature agama ada tiga waktu, di mana seseorang perlu memperhatikan.

Pertama hailulah, waktu setelah Subuh, waktu terbit matahari hingga kira-kira sampai jam delapanan.

Hailulah artinya terhalang. Jadi, tidur pada waktu itu rezekinya terhalangi dan tidak menyambut.

Wong Jowo mengatakan, rezekine ilang dicucuk pitek, rezekinya dipatuk ayam.

Pepatah Mexico mengatakan:’ Burung yang datang pagi hari di persawahan, dialah yang menguasai medan.

Sama dengan ujaran Jawa: ’’Ayam yang datang pagi hari di gundukan sampah, dialah yang paling berpeluang mendapatkan serangga.’’

Baca Juga: Inilah Kesalahan Pemaknaan Idul Adha dan Penjelasannya Sesuai Tafsir

Ya tentu saja, karena dia yang ceker-ceker duluan. Rasionalnya, tidur saat itu selain tidak sehat, tentu saja tidak mendapat rezeki, karena tidur melulu.

Berbeda dengan orang yang aktif, bekerja dan mengais anugerah Tuhan pada pagi hari, pasti ada saja yang dia dapat.

Di negara maju, hanya orang sakit saja yang tidur pada waktu itu.

Dulu, ada rombongan tokoh kemerdekaan dan ulama’ Indonenesia diundang ke Jepang untuk membicarakan persoalan hubungan antar kedua negara.

Di kamar hotel, salah seorang di antara mereka ada yang tidur pagi hari sekedar bersantai.

Tiba-tiba ada dokter datang hendak memeriksa beliau. ’’Sakit apa..?’’

Kedua qailulah. Tidur singkat. Qalil artinya sedikit. Yaitu tidur menjelang waktu duhur tiba dengan durasi pendek, sekitar 20 menitan sudah cukup.

Tidur saat matahari sedang pada titik kulminasi dengan suhu paling panas di luaran.

Dengan tidur, berarti berlindung dari dampak buruk terik tersebut dan tentu saja ini menyehatkan, di samping berpahala sesuai sunah Rasulillah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Tidur qailulah ini tidak ada batasan waktunya, tetapi siratan makna menunjukkan waktu pendek.

Sekedar untuk memulihkan tenaga, meregangkan otot dan mengistirahatkan syaraf.

Ternyata, jika sampai lebih dari dua jam malah kurang baik. Ya, sebab dua jam itu tidak sedikit, tidak qailulah. Jadinya, bisa-bisa nambah lemes dan males.

Baca Juga: Tafsir dan Keutamaan Kautsar yang Diturunkan Allah Pada Nabi Muhammad

Adalah al-Hambra Elementary School, Sekolah Dasar al-Hambra di Amerika. Di sana pakai pola boarding school lengkap.

Ada ruang kelas, ruang makan, kamar istirahat. Hebat, untuk anak TK ada jadwal tidur qailulah satu jam, kira-kira jam 11.00-12.00 dan bisa.

Anak-anak itu bisa dan cepat tidur dengan tertib dan bangun tepat waktu tanpa malas-malasan. Ke kamar mandi, ke kamar kecil

dipandu oleh guru. Itulah toilet education. (bersambung, in sya’ Allah).

 

Editor : Achmad RW
#Tafsir #Al Ashr #waktu