Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Gen Z dan Pernikahan: Apakah Masih Menjadi Prioritas?

Achmad RW • Sabtu, 8 Juni 2024 | 18:42 WIB
Inamyza Nurziyana Putri, Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang
Inamyza Nurziyana Putri, Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang

Gen Z, atau generasi yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, sering dianggap sebagai generasi yang lebih terbuka dan progresif daripada generasi sebelumnya.

Pandangan mereka tentang pernikahan adalah salah satu masalah yang sering diperdebatkan.

Bagi sebagian orang, pernikahan masih merupakan tujuan utama dalam kehidupan mereka.

Tetapi bagi sebagian Gen Z, tampaknya pernikahan tidak lagi menjadi prioritas utama.

Apa alasan mereka?

Mereka lebih individualis, menyukai kebebasan, dan tidak terlalu terikat dengan konvensi.

Banyak dari mereka yang memilih untuk melanjutkan karier mereka, menemukan minat mereka, atau bahkan menjadi single. Tren ini mungkin dipengaruhi oleh nilai-nilai dan gaya hidup Gen Z.

Selain itu, generasi Z hidup di era teknologi yang semakin mengutamakan mobilitas dan fleksibilitas.

Mereka berpikir bahwa menikah bukan hal yang utama dalam hidup.

Bagi mereka pernikahan bukanlah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan.

Dan generasi ini membuktikan bahwa ada banyak cara untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan memuaskan.

Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Profesor Bagong Suyanto mengungkapkan, penyebab terus menurunnya angka pernikahan di Indonesia.

Bagong mengatakan penyebab dari fenomena ini adalah semakin terbukanya peluang perempuan untuk mengembangkan potensi diri.

"Angka pernikahan turun karena kesempatan perempuan untuk sekolah dan bekerja semakin terbuka lebar. Di samping itu, ketergantungan perempuan juga menurun," kata Bagong, Jumat (15/3/2024).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam tiga tahun terakhir, angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan.

Pada 2021, angka pernikahan Indonesia tercatat sebanyak 1.742,049. Kemudian menurun menjadi 1.705.348 pada 2022, dan 1.577.255 pada 2023.

Banyak Gen Z tidak menikah dikarenakan pengalaman perceraian orang tua.

Banyak Gen Z yang menyaksikan perceraian orang tua mereka dan melihat dampak negatif yang ditimbulkan, baik secara emosional maupun finansial.

Hal ini membuat mereka lebih berhati-hati dan ragu untuk menikah karena khawatir akan mengalami hal yang sama.

Dan kekhawatiran akan biaya serta tanggung jawab.

Pernikahan dianggap membawa banyak biaya dan tanggung jawab, baik secara finansial maupun emosional.

Gen Z mungkin merasa belum siap untuk menanggung beban tersebut dan lebih memilih untuk menunda pernikahan hingga mereka merasa benar-benar siap.

Namun, di sisi lain, ada sebagian Gen Z yang masih menganggap pernikahan sebagai suatu hal yang penting dan ingin dicapai.

Mereka mungkin memiliki pandangan yang lebih tradisional atau melihat manfaat emosional dan finansial dari sebuah pernikahan yang stabil. (*)

Penulis:
Inamyza Nurziyana Putri
Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Achmad RW
#pernikahan #Gen Z #Prioritas