Demokrasi dipahami sebagai sebuah ruang lingkup yang sangat luas.
Demokrasi bisa diartikan sebagai suatu sistem pemerintahan yang memberikan kekuasaan kepada rakyat untuk mengambil keputusan secara bersama.
Melalui pemilihan umum dan berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan politik dan publik.
Prinsip demokrasi juga menjamin hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat serta menyuarakan kepentingannya.
Demokrasi juga tidak sekadar tatanan politik, keberagaman budaya juga termasuk dalam demokrasi di Indonesia.
Karena Indonesia dikenal mempunyai banyak keberagaman.
Seperti budaya, adat dan istiadat yang selalu menjunjung tinggi kedamaian dan kerukunan antar-suku bangsa.
Adapun sebuah semboyan yang terukir dengan jelas pada lambang negara burung garuda yaitu "Bhinneka Tunggal Ika" yang memiliki arti berbeda-beda, tetapi satu tujuan.
Tetapi masih banyak masyarakat dan generasi milineal yang kurang memahami tentang demokrasi.
Tantangan seperti ini adalah tantangan yang harus dihadapi dan memerlukan perhatian lebih.
Adapun beberapa faktor kurangnya pemahaman tentang demokrasi ini karena kurang mengetahui atau mempelajari tentang pendidikan kewarganegaraan.
Kurangnya keterlibatan aktif dalam proses demokrasi seperti pemilu, diskusi publik serta penyebaran informasi yang tidak merata dan kurang pahamnya masyarakat menggunakan teknologi internet.
Pentingnya masyarakat dalam memahami demokrasi agar dapat mengetahui, memantau dan melibatkan diri dalam proses politik.
Sehingga bisa meningkatkan kualitas demokrasi dan kehidupan politik yang lebih demokratis.
Masyarakat juga dapat memiliki hak-hak yang sama serta bisa berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan kemampuan berpolitik begitu juga dengan generasi milineal.
Generasi milineal saat ini memiliki peran yang sangat penting bagi negara karena mereka cenderung lebih aktif dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital.
Pemahaman tentang demokrasi akan lebih mudah mereka pahami dan menyaring informasi dengan lebih kritis.
Sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau propaganda anti demokrasi.
Sebagai generasi yang tumbuh di era globalisasi, generasi milenial perlu memahami pentingnya demokrasi dalam menciptakan masyarakat yang damai, stabil, dan sejahtera.
Rendahnya pemahaman demokrasi dapat mengakibatkan dampak negatif bagi suatu negara.
Seperti partisipasi politik yang rendah, kualitas kepemimpinan yang buruk, dan meningkatnya ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan hak-hak bagi masyarakat.
Untuk mengatasi rendahnya pemahaman tentang demokrasi di masyarakat dan generasi milineal diperlukan upaya sistematis dan kolaboratif dari berbagai pihak tertentu.
Seperti perubahan kurikulum, peningkatan literasi media, informasi yang lengkap dan keterlibatan aktif organisasi masyarakat sipil.
Perlu juga berkomitmen kuat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta memberikan penjelasan yang baik dan mudah dipahami tentang demokrasi.
Masyarakat dan generasi milenial adalah pilar penting dalam memperkuat dan menjaga keberlanjutan demokrasi di Indonesia. (*)
Penulis:
Florenza Adelita
Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik
Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo