Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Fenomena 'War Takjil' di Ramadan 2024 dan Bentuk Toleransi Beragama

Achmad RW • Rabu, 27 Maret 2024 | 14:40 WIB

Erviningsih Setyorini SPd MPd, Guru MAN I Jombang
Erviningsih Setyorini SPd MPd, Guru MAN I Jombang
Bulan puasa sangat dirindukan umat Islam.

Selain ingin mendapatkan keberkahan datangnya bulan Ramadan, ternyata juga banyak  momen spesial yang menjadi tradisi yang hanya ada di bulan Ramadan.

Tidak hanya ritual seperti tarawih, sahur, atau buka bersama.

Tetapi juga kebiasaan untuk mencari makanan dan minuman (takjil) menjadi bagian penting dalam momen spesial Ramadan yang dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Bulan Ramadan 2024 ini menjadi sangat menarik  dan berbeda karena kebahagian bulan Ramadan khususnya  berburu takjil  di masyarakat Indonesia tidak hanya umat Islam yang menikmati.

Umat non Islam yang tren disebut dengan ”nonis” juga sangat menikmati ikutan berburu takjil layaknya umat Islam yang dikemas dengan istilah tren saat ini ’’war takjil.”

Fenomena berburu takjil menjadi tema menarik dalam media sosial.

Baik itu di instagram, youtube, tiktok dan media sosial lainnya. Bahkan menjadi tranding topik.

Ungkapan  jenaka yang viral  di tiktok dari pendeta muda bernama Steven Marcel ketika khotbah Minggu di Gereja  Tiberias Indonesia.

’’Soal agama kita toleransi, tapi untuk takjil harus maju duluan.’’

Tidak kalah serunya balasan dari tiktok umat Islam; Nanti ketika Paskah,  telur- telur akan kita borong semua biar ketika Paskah pakai kinderjoy saja.

War takjil ini terus berlangsung seru dan hangat sepanjang bulan puasa.

Baca Juga: Menapak Hikmah Ramadan

Menjadi momen kocak perang takjil nonis dan umat Islam yang menjadi hiburan dan tontonan yang menarik diikuti.

Serta mencari cuan di media sosial untuk tiktoker, youtuber ataupun instagram.

Tanpa kita sadari toleransi dan kerukunan umat beragama dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari di bulan suci Ramadan ini.

Seperti imbauan Menteri Agama kita Yaqut Cholil Qoumas yang senantiasa mengajak tokoh dan umat beragama untuk merawat dan meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama.

Hal ini menunjukan betapa indahnya toleransi beragama di Indonesai  sesuai denga semboyan bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

Penulis:
Erviningsih Setyorini SPd MPd
Guru MAN I Jombang

Editor : Achmad RW
#fenomena #Ramadan #war takjil #beragama #Toleransi