Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pola Interaksi Sosial dalam Organisasi Non Formal

Achmad RW • Kamis, 29 Juni 2023 | 14:15 WIB

 

Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang

KOTA Batu merupakan salah satu kota yang berada di wilayah Jawa Timur, terkenal dengan banyak destinasi wisatanya. Salah satunya wisata petik apel Kelompok Tani Makmur Abadi (KTMA) yang berada di Desa Tolongrejo, Kecamatan Bumiaji.

Wisata petik apel KTMA merupakan salah satu wisata yang berbasis alam yang terbentuk sejak 2005. Wisata ini menawarkan wisata petik apel dimana para wisatawan akan mendapatkan welcome drink berupa sari apel dan selama berada di kebun wisatawan bebas untuk memetik apel dan memakan sepuasnya.

Kelompok tani merupakan salah satu organisasi non formal karena memiliki beberapa kesamaan diantara anggotanya, dan adanya kepentingan atau tujuan yang sama yang ingin dicapai. Adanya organisasi kelompok tani tidak luput dari adanya pola interasksi sosial yang terbentuk di dalamnya.

Pola interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan, antara kelompok-kelompok manusia maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Adanya pola interaksi dalam organisasi kelompok tani berkaitan dengan teori Struktural Fungsional oleh Talcott Parson.

Teori ini menjelaskan, setiap struktur dalam sistem sosial di masyarakat akan berfungsi pada tatanan atau struktur yang lainnya. Sehingga apabila suatu sistem atau struktur pada suatu masyarakat tersebut tidak ada atau tidak berfungsi, maka undang-undang dalam masyarakat pun tidak akan ada atau bahkan hilang dengan sendirinya.

Teori ini memiliki empat konsep familiar dengan singkatan AGIL. Adaptation (adaptasi), Goal Attainment (pencapaian tujuan), Integration (integrasi), dan Latency (pemeliharaan pola).

Pertama adaptation. Petani sebagai individu yang membentuk adaptasi terhadap lingkungan atau masyarakat karena kelompok tani memiliki kegiatan yang bersifat sosialisasi dan kepemimpinan serta komunikasi antar pemerintah. Kedua goal attainment. Petani yang tergabung dalam kelompok tani tentunya memiliki motivasi dan tujuan yang menguntungkan bagi

pengembangan usaha taninya. Ketiga integration, dalam organisasi kelompok tani menciptakan solidaritas di antara petani yang memperkuat eksistensi petani. Yang terakhir, pemeliharaan pola laten kelompok desa sebagai wadah aktualisasi petani merupakan sarana penyeimbang sistem sosial masyarakat pertanian agar kegiatan pertanian terintegrasi dengan kegiatan produksi. Empat konsep tersebut sangat dibutuhkan agar suatu sistem atau struktur sosial dapat terus bertahan.

Penulis telah mempelajari materi Sosiologi Organisasi melalui mata kuliah Sosiologi Organisasi yang diampu oleh Drs Sulismadi MSi, selaku dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Penulis:
Sitti Hasna Rafifa
Mahasiswa Sosiologi FISIP, Universitas Muhammadiyah Malang.

 

 

Editor : Achmad RW
#opini #UMM #petik apel #kota batu #interaksi sosial #mahasiswa