Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Solidaritas Sosial NGO dalam Perspektif Emile Durkheim

Achmad RW • Selasa, 27 Juni 2023 | 15:23 WIB
Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang

OXFAM (Oxford Committee for Famine Relief) merupakan organisasi internasional non-pemerintah yang berdiri pada tahun 1942 dan memiliki kantor pusat di Inggris.  Organisasi ini didirikan oleh mahasiswa Oxford.

Dalam klasifikasi NGO berdasarkan periode waktu atau tahapan perkembangannya, organisasi ini tergolong NGO generasi baru (keempat). OXFAM telah berdedikasi dan berkomitmen,salah satunya untuk mengentaskan ketimpangan di seluruh dunia.

OXFAM di Indonesia beroperasi sejak tahun 1957. Sebagai organisasi non-pemerintah, OXFAM diatur oleh regulasi maupun peraturan yang berlaku untuk organisasi non-profit di Indonesia.

OXFAM beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip kegiatan organisasi non-pemerintah, termasuk melakukan kerja sama dengan pemerintah ataupun lembaga lain, serta mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Dalam aksi solidaritas sosialnya, OXFAM termasuk yang berada di Indonesia telah berdedikasi dalam penanggulangan ketimpangan gender. Salah satu aksi yang dilakukan ialah turut serta memperingati International Women’s Day pada Rabu (08/03/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi;

1) Kampanye kesetaraan gender. Oxfam meluncurkan kampanye kesetaraan gender yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan dan hak-hak perempuan. Kampanye ini mengedepankan pesan-pesan kuat melalui media sosial, acara publik, dan kampanye online.

2) Diskusi dan seminar. OXFAM menyelenggarakan sejumlah diskusi dan seminar tentang isu-isu yang berkaitan dengan kesetaraan gender. 3) Pelatihan keterampilan, yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan dalam memperoleh keterampilan yang dapat meningkatkan kesempatan kerja dan penghasilan mereka.

4) Advokasi kebijakan, dilakukan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengadopsi kebijakan yang mendukung kesetaraan gender.

Aksi yang dilakukan tersebut tergolong ke dalam solidaritas organik dan mekanik. Disebut sebagai solidaritas mekanik, karena aksi solidaritas yang dilakukan oleh organisasi OXFAM memiliki tujuan untuk memperkuat nilai dan norma yang sama.

Sedangkan dalam solidaritas organik, biasanya dalam setiap masyarakat, terkhusus perempuan pasti memiliki perbedaan individual, namun mereka saling ketergantungan satu sama lain dalam melakukan berbagai peran dan tugas untuk mencapai tujuan bersama, yaitu memperjuangkan hak-hak perempuan sebagaimana mestinya.

Dalam sosiologi organisasi klasik, teori solidaritas organik dan mekanik dikemukakan oleh tokoh Sosiologi, Emile Durkheim. Penulis telah mempelajari materi Sosiologi organisasi melalui mata kuliah Sosiologi Organisasi yang diampu oleh Drs. Sulismadi, M.Si, selaku dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (*)

Penulis: 
Liona Anggie Firjatulloh
Mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Achmad RW
#opini #solidaritas #ngo #UMM #emile durkheim #mahasiswa