KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geo ekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional. Tujuan adanya kawasan ekonomi khusus adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan meningkatkan daya saing.
Seperti di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari. Di sana terdapat kawasan ekonomi khusus yaitu usaha opak gambir, salah satunya usaha opak gambir yang digeluti mbah Sartini. Usaha opak gambir dirintis Sartini sejak masih muda.
Biasanya Sartini membuat opak gambir saat ada pasanan. Selanjutnya ia membuat opak gambir sesuai jumlah yang dipesan. Ia tidak membuat opak gambir untuk di jual di pasaran. Setiap menjelang hari raya, banyak pemesan berdatangan ke rumah mbah Sartini, berbeda dengan hari-hari biasa pesanan tidak pasti.
Untuk membuat opak gambir buram, mbah Sartini tetap mempertahankan cara tradisional. Pertama, tuang adonan gambir buram ke dalam cetakan buatan sendiri, selanjutnya dibalikkan agar matang merata. Setelahnya digulung menggunakan kedua tangan. Uniknya, Sartini masih menggunakan bahan bakar arang yang menambah kelezatan rasa produk gambir buram penduduk setempat. Karena pengerjaan yang teliti dan tradisional, opak gambir sangat populer dan memiliki rasa yang unik. (*)
Penulis:
Indra Kartika Pratiwi
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Editor : Achmad RW