’’Ini kado peringatan Hari Pahlawan bagi masyarakat Jombang,’’ kata Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno, kemarin.
Prestasi itu, disebut Kwat telah jauh melebihi target yang ditetapkan. ’’Target kita hanya dua medali,’’ tutur anggota dewan guru Inkanas nasional yang memegang sabuk hitam karate Dan VII ini.
Torehan itu menurutnya karena semua komponen karate Jombang menjalankan sumpah karate. Baik atlet, pelatih, wali atlet maupun organisatornya. Sebelum dan sesudah latihan, karateka selalu mengucapkan dojokun atau lima sumpah karate. Pertama, sanggup memelihara kepribadian. Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. Keempat, sanggup menjaga sopan santun. Kelima, sanggup menguasai diri.
’’Sumpah karate sanggup mempertinggi prestasi itu tidak hanya omongan. Tapi benar-benar kita buktikan,’’ terang alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang.
Hal itu sangat sesuai dengan jiwa pahlawan. Menurutnya, pahlawan itu, orang biasa yang melakukan hal-hal luar biasa bagi dirinya dan orang lain. Sehingga generasi sesudahnya menggelarinya pahlawan. ’’Jika kita sekarang melakukan yang terbaik untuk diri dan orang lain, bisa jadi orang sesudah kita akan menilai kita pahlawan,’’ tambah pengurus PMI Jombang yang telah donor 125 kali ini.
Tiga medali emas Jombang diraih dari kata (seni) perorangan putra Muhammad Qidhirfat Alxander (Smanor). Kata perorangan putri Meisya Putri Nuraini (SMAN 2 Jombang). Serta kumite (tanding) kelas -59 kg putri Salsabila Erika Kanasawa (SMPN 2 Jombang).
Medali perak dipersembahkan Muhammad Anta Maulana (SMAN 2 Jombang) dari kumite -55 kg putra. Medali perunggu dipersembahkan Sherliana Dinita Mutiarani (SMPN 1 Jombang) dari kumite +59 kg putri. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW