Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Spirit Karate 77, Karate Praktikkan Manajemen Modern

Achmad RW • Sabtu, 27 Agustus 2022 | 13:34 WIB
Kwat Prayitno bersama Wabup Sumrambah dan Ketua KONI Heru Ariwanto pada kejurnas Jombang Open di GOR Merdeka 2021.
Kwat Prayitno bersama Wabup Sumrambah dan Ketua KONI Heru Ariwanto pada kejurnas Jombang Open di GOR Merdeka 2021.
JOMBANG - Karate Jombang punya gawe besar setiap tahun. Kejuaraan nasional (kejurnas) Jombang Open yang tahun ini akan digeber di GOR Merdeka 28-30 Oktober.

’’Ini sudah yang ke-20,’’ kata Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno, kemarin. Kejurnas tahun ini akan memperebutkan piala Bupati Jombang ke-20, piala Gubernur Jatim ke-18 dan piala Jenderal (purn) Widjojo Soejono ke-15. ’’Event ini digelar pertama kali 2022,’’ ucap anggota dewan guru Inkanas nasional ini.

Selama 20 kali penyelenggaraan kejurnas, tentu saja ada kendala yang datang silih berganti. ’’Dengan kebersamaan dan kekompakan semua pegiat karate Jombang, semua kendala bisa teratasi,’’ ungkap pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini.

Pria yang telah 50 tahun menggeluti karate ini menjelaskan, kendala bukanlah sesuatu yang seratus persen menjadi penghalang sehingga kejuaraan tak bisa dilaksanakan. ’’Kendala itu paling bobotnya hanya 30 persen, sehingga setelah disiasati, bisa diatasi,’’ bebernya.

Misalnya kala GOR Merdeka yang menjadi venue utama tak bisa dipakai. Maka venue pindah ke tempat lain seperti auditorium Undar. Kala pandemi 2020 tak bisa menggelar kejuaraan secara offline, maka digelar secara online.

’’Pegiat karate Jombang mulai yang kecil sampai yang tua sangat kompak,’’ tegas  tokoh kelahiran 28 Agustus 1960 ini. Atlet, wali atlet, pelatih hingga organisator sangat kompak. ’’Sehingga ketika satu berhalangan, tugasnya bisa langsung dihendel oleh yang lain,’’ terang alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang kini dosen STKIP PGRI Jombang.

Sehingga tiga target kejuaraan selalu tercapai. Yakni sukses penyelenggaraan dibuktikan dengan para peserta dari luar daerah puas. Sukses prestasi, banyak karateka Jombang dapat juara. Serta tertib administrasi. ’’Semua itu karena di karate kita biasakan menerapkan manajemen modern,’’ ucap pengurus PMI Jombang yang telah donor darah 125 kali ini.

Semua tahapan mulai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi dijalankan secara sungguh-sungguh. ’’Kita juga pakai pendekatan 4P,’’ bebernya. Yakni produk, place (tempat), price (harga) dan promosi. ’’Proses di karate sangat bagus dalam menerapkan itu semua,’’ tuturnya. Ini karena semua komponen sudah memiliki nilai yang sama. ’’Hasil penanaman nilai yang terus menerus,’’ ucapnya.

Sebelum dan sesudah latihan, karateka selalu mengucapkan dojokun atau lima sumpah karate. Pertama, sanggup memelihara kepribadian. Kedua, sanggup patuh pada kejujuran. Ketiga, sanggup mempertinggi prestasi. Keempat, sanggup menjaga sopan santun. Kelima, sanggup menguasai diri. (jif/naz/riz)

  Editor : Achmad RW
#Spirit Karate #Olahraga #Forki Jombang #Karateka #Jombang #kwat prayitno