Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Awas Macet! Puncak Mudik 19 Maret, Exit Tol Bandarkedungmulyo Jombang Diprediksi Jadi Titik Rawan Saat Mudik Lebaran 2026

Achmad RW • Rabu, 18 Maret 2026 | 08:10 WIB

Lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran di ruas Tol Jombang–Mojokerto (Jomo) diprediksi mencapai puncaknya pada 19 Maret 2026.
Lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran di ruas Tol Jombang–Mojokerto (Jomo) diprediksi mencapai puncaknya pada 19 Maret 2026.

JOMBANG - Lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran di ruas Tol Jombang–Mojokerto (Jomo) diprediksi mencapai puncaknya pada 19 Maret 2026.

Sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 24 Maret. Pengelola tol mewaspadai sejumlah titik rawan kemacetan, terutama di akses keluar tol yang terhubung langsung dengan jalan arteri.

Kepala Departemen Operasional Astra Tol Jomo, Yuni Rihal, mengatakan volume kendaraan selama periode mudik Lebaran diperkirakan melonjak signifikan.

Pada puncaknya, jumlah kendaraan yang melintas bisa mencapai sekitar 96 ribu unit per hari. ”Secara total, kendaraan selama masa mudik dan balik diprediksi mencapai 1,14 juta unit, naik sekitar 1,85 persen dibanding Lebaran tahun lalu,” ujarnya.

Menurut dia, titik krusial yang berpotensi menjadi bottleneck berada di Exit Tol Bandarkedungmulyo. Lokasi tersebut kerap memicu antrean karena adanya penyempitan jalan serta perlintasan kereta api. ”Exit Bandar ini memang rawan karena ada crossing rel kereta dan penyempitan jalan,” jelasnya.

Selain itu, kepadatan juga berpotensi terjadi di Gerbang Tol Jombang. Akses keluar tol yang langsung terhubung dengan jalan arteri dua lajur serta persimpangan lampu lalu lintas menjadi pemicu tersendatnya arus kendaraan.

”Kita telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas dengan berkoordinasi bersama kepolisian,” bebernya.

Jika terjadi antrean di Exit Bandar, kendaraan akan didiskresikan untuk melanjutkan perjalanan ke arah Nganjuk atau dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Jombang.

Sebaliknya, jika kepadatan terjadi di GT Jombang, arus kendaraan akan diarahkan ke Exit Bandar atau Mojokerto Barat.

”Kalau antrean sudah mencapai sekitar satu kilometer, kami langsung lakukan koordinasi untuk pengaturan arus,” kata Yuni.

Selain pengalihan arus, skema buka-tutup gerbang tol juga disiapkan apabila kapasitas area keluar sudah tidak mencukupi.

Upaya lain dilakukan untuk mempercepat transaksi di gerbang tol. Pengelola menyiapkan 10 unit mobile reader yang dapat digunakan petugas guna mengurai antrean kendaraan. ”Mobile reader ini untuk mempercepat transaksi, sehingga antrean bisa ditekan,” tandasnya. (riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Idul Fitri #Mudik 2026 #Jombang #Pemkab Jombang #macet #tol jombang mojokerto #Lebaran