Radarjombang.id - Sebuah video yang menampilkan sejumlah orang mengenakan kaus berlogo PT Gudang Garam tengah ramai beredar di media sosial.
Dalam video yang viral di beberapa media sosial itu, dikabarkan jika PT Gudang Garam yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Dalam rekaman itu, terlihat beberapa karyawan tak kuasa menahan tangis.
“Momen perpisahan karyawan PT Gudang Garam yang terkena PHK,” tulis akun @mdyXX dalam unggahannya, Sabtu (6/9/2025).
“Dunia kerja sedang tidak baik-baik saja.”
Unggahan lain turut menyertakan pesan perpisahan penuh haru:
Baca Juga: 54 Pekerja di Jombang Kena PHK, Dinas Tenaga Kerja Ungkap Faktornya
“14 tahun sudah perjalanan bersama PT Gudang Garam.
Bukan hal yang mudah menerima keputusan PHK ini, karena di sinilah saya belajar, bertumbuh, dan menemukan keluarga kedua.
Terima kasih untuk semua kenangan, kerja sama, dan persahabatan yang terjalin.
Semoga langkah kita semua tetap dimudahkan Tuhan, dan semoga perusahaan terus maju.
Selamat tinggal, terima kasih sudah menjadi bagian berharga dalam hidup saya,” tulis akun @nevXXX.
“Sedih juga melihat PHK massal pegawai PT Gudang Garam. Dunia kerja sedang tidak baik-baik saja.”
Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan pihaknya masih mencoba melakukan klarifikasi terkait hal itu.
"Bila benar terjadi PHK di PT Gudang Garam, ini membuktikan daya beli masyarakat masih rendah sehingga produksi menurun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/9).
Baca Juga: Mayoritas Kopdes Merah Putih di Jombang Putih Masih Loyo, Ini Kata Dinkop UM
Ia mengatakan, PHK juga menunjukkan bahwa pasokan tembakau terbatas. Selain itu, perusahaan juga dinilai kurang mengikuti tren perubahan zaman dan tidak inovatif sehingga produk rokoknya kurang dapat bersaing di pasaran.
"Ditambah pajak cukai rokok makin mahal," katanya.
Jika kabar yang beredar itu benar, ia khawatir PHK buruh Gudang Garam akan berdampak ke pekerja sektor lainnya.
Sebab, ribuan buruh rokok Gudang Garam yang terkena PHK bisa berimbas pada bebeapa sektor lain misalnya logistik, supir, pedagang kecil, suplier, dan lainnya.
"Bisa jadi ratusan ribu buruh berpotensi kehilangan pekerjaan," katanya.
Untuk itu, Said meminta industri rokok nasional diselamatkan.
"Pemerintah pusat dan daerah harus turun tangan. Tapi jangan seperti kasus PHK Sritex yang hanya janji manis, THR saja tidak dibayar," jelasnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto