Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

 Pentingnya Amal Rahasia nan Ikhlas dan Tanpa Pamer

Rojiful Mamduh • Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:05 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id – Khotbah Jumat di Masjid Agung Satlantas Polres Jombang, Jumat (29/8), diisi Direktur Ma’had Aly Yusuf Masyhar PP Madrasatul Qur’an Tebuireng, Dr. H. Syukron Makmun Lc.

Ia mengingatkan jamaah tentang keutamaan amal rahasia yang dilakukan dengan ikhlas tanpa pamer.

“Allah Ta’ala mencintai amal rahasia yang terbebas dari riya (pamer),” tuturnya.

Syukron menjelaskan, Allah mengancam orang-orang yang berbuat riya dengan kecelakaan, sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surat Al-Ma’un ayat 4–6.

Nabi Muhammad SAW pun pernah memperingatkan bahwa hal yang paling beliau takutkan menimpa umatnya adalah syirik kecil, yakni riya.

Dalam hadis qudsi disebutkan, amal yang dicampuri riya tidak akan diterima.

“Aku adalah Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan amal dengan mencampurkan niat kepada-Ku dan kepada selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya itu,” demikian bunyi hadis tersebut.

Syukron menambahkan, para sahabat juga menekankan bahaya riya. Ali bin Abi Thalib RA menyebut, beramal karena manusia adalah syirik, sedangkan meninggalkan amal karena manusia adalah riya.

Contoh amal rahasia yang disukai Allah antara lain salat malam ketika orang lain terlelap, bersedekah diam-diam tanpa sepengetahuan siapa pun.

Juga membantu orang lain tanpa menceritakannya, menahan amarah semata-mata karena Allah, dan mendoakan sesama dalam kesunyian.

Allah bahkan menegaskan keutamaan amal tersembunyi dalam QS Al-Baqarah ayat 271:

“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik. Tetapi jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.”

Nabi Muhammad SAW juga menyebut salah satu dari tujuh golongan yang mendapat naungan Allah di hari kiamat adalah orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya.

Imam Nawawi menyatakan, menyembunyikan amal lebih dekat pada keikhlasan dan lebih jauh dari riya.

Ulama besar seperti Imam Al-Laits bin Sa’d bahkan dikenal sering memberi makan ratusan keluarga miskin setiap malam tanpa diketahui orang lain.

Setelah beliau wafat, barulah masyarakat menyadari sumber bantuan itu darinya.

Begitu juga kisah Hasan al-Bashri. Ia tetap mendoakan seorang wanita tua yang setiap hari mencaci makinya, tanpa pernah membalas.

Saat wanita itu wafat, Hasan al-Bashri menangis di kuburnya karena khawatir tidak bisa lagi mendoakannya di akhirat.

“Amal-amal tersembunyi itulah yang dicintai Allah. Ia menunjukkan kebersihan hati, keikhlasan, dan kerendahan diri seorang hamba,” tutup Syukron. (jif/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#ikhlas #Pamer #amal #rahasia #tanpa #Binrohtal