Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Elpiji 3 Kilogram di Jombang Masih Langka, Ekonom Minta Pemerintah Serius Lakukan Pengawasan

Ainul Hafidz • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 18:04 WIB
Ilustrasi elpiji 3 kilogram yang kini tengah langka di Jombang
Ilustrasi elpiji 3 kilogram yang kini tengah langka di Jombang

RadarJombang.id – Keluhan sejumlah warga terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram di sejumlah kecamatan di Jombang mendapat sorotan ekonom di Jombang.

M Thamrin Bey mendesak pemerintah meningkatkan pengawasan distribusi elpiji 3 kilogram tersebut lantaran rentan disalahgunakan.

”Mestinya ada satgas dari pemerintah untuk mengawasi itu, karena ini barang vital,” kata Thamrin.

Menurunya, elpiji 3 kilogram kini menjadi kebutuhan primer bagi warga. Hampir seluruh masyarakat kini menggunakan gas melon.

Terlebih untuk gas elpiji melon juga disubsidi pemerintah. ”Ini sama halnya dengan pupuk bersubsidi,” imbuh dia.

Langkah itu perlu dilakukan. Karena setiap tahun problem serupa terus muncul. Terlebih Polres Jombang pernah mengungkap praktik pengoplosan elpiji 3 kg.

”Sebenarnya ini menjadi fenomena alam yang selalu terjadi tiap tahun, pemicunya bisa jadi karena spekulasi atau spekulan,” imbuh dia.

Menurut dia, ada banyak faktor mengakibatkan elpiji 3 kg kini sulit dicari. Hingga berpengaruh ke harga yang naik.

”Sesuai hukumnya, ketika barang langka akan diikuti kenaikan harga,” tutur dia.

Meski dalam pendistribusian, sudah ditentukan pemerintah baik jumlah beserta lokasinya, namun kondisi pasar berbicara berbeda.

”Karena pertama, ini faktonya permintaan naik sedangkan jumlahnya sama. Katakan biasanya 100, karena permintaan naik jadi 150, otomatis persediaan barang tersedot, banyak yang memburu sehingga barang jadi langka dan harga menjadi naik,” ujar Thamrin.

Tabung gas elpiji 3 kilogram masih menurut dia, banyak diminati.

”Bisa saja sekarang banyak yang bermigrasi awalnya menggunakan tabung pink pindah ke tabung melon, karena disparitas harga, sehingga permintaan naik membuat barang langka,” kata Thamrin.

Seperti diberitakan sebelumnya, sulitnya mencari elpiji 3 kilogram (kg) kian merata.

Bahkan, warga harus memesan terlebih dahulu kepada pengecer untuk bisa mendapatkan elpiji 3 kg.

Selain itu, harga elpiji tabung melon itu melambung tinggi hingga tembus Rp 22 ribu.

Semisal di Desa/Kecamatan Diwek, masyarakat harus memesan terlebih dahulu apabila ingin membeli elpiji 3 kg.

”Sudah sulit cari elpiji sekarang. Harus pesan terlebih dahulu,” ujar Udin salah satu warga sekitar.

Dirinya menjelaskan, apabila ingin membeli harus menaruh tabung elpiji kosong terlebih dahulu ke toko.

Itu saja, dirinya tidak mengetahui kapan mendapatkannya. ”Ya harus taruh tabung kosong terlebih dahulu. Baru nanti mendapatkannya,” bebernya.

Sementara itu, di Desa Gajah, Kecamatan Ngoro harga per tabung elpiji 3 kg sudah tembus di angka Rp 22 ribu.

Kondisi ini sudah berlangsung sejak bulan kemarin. ”Sulit mencari elpiji sekarang. Harganya juga naik tajam,” Agus. (fid/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#langka #Elpiji #Jombang #ekonom #3 kilogram #sorotan