RadarJombang.id - Pusat jajasan serba ada (Pujasera) Kebonrojo Jombang terancam mati.
Hal itu karena PKL justru menjamur di pinggir jalan, hingga membuat pembeli ogah masuk.
Kondisi itu, dinilai banyak pihak membutuhkan penataan secara menyeluruh.
”Jadi untuk penataan PKL secara utuh tidak bisa hanya di area Kebonrojo, tetapi keseluruhan,” kata Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum, melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau M Amin Kurniawan.
Karena memang persoalan PKL tak hanya di lokasi Pujasera Kebonrojo, namun ada di beberapa titik lain.
”Yang di luar Pujasera Kebonrojo juga sebenarnya bukan pedagang di dalam (Pujasera) kemudian berjualan di luar. Mereka baru dan kebetulan tidak mau masuk atau bertempat di dalam,” imbuhnya.
Karena itu ia menyebut, penatanan PKL memerlukan kajian bersama.
”Faktornya karena apa, misalnya bisa jadi masyarakat kita lebih senang tanpa memarkir kendaraan atau langsung beli, itu juga jadi salah satu kendala,” ujar Amin.
Meski demikian, pihaknya bakal melakukan pendataan kembali.
Jumlah pedagang yang bertahan dan pedagang yang tidak lagi berjualan di Taman Kebonrojo.
”Kami akan undang ketua paguyuban, sekaligus mendata. Karena ada yang datang dan pergi,” tutur dia.
Menurutnya, tiga bulan lalu pihaknya sudah mengakomodir permintaan pedagang untuk memasang sarana penunjang Wifi.
”Harapannya bisa menarik pengunjung agar lebih banyak yang masuk ke area dalam taman, sesuai apa yang diminta pedagang,” pungkasnya.
Sebelumnya, pusat jajanan serba ada (Pujasera) Kebonrojo terancam mati.
Ini setelah banyak pedagang meninggalkan tempat berjualan lantaran sepi pembeli.
Pemkab yang tidak mampu menata pedagang kaki lima (PKL) kini justru banyak yang berjualan di pinggir jalan.
Pantauan di lokasi, papan bertuliskan selamat datang di Pujasera Kebonrojo sentra kuliner Jombang masih terpasang.
Lokasinya berada di sebelah utara. Di tengahnya terpasang kursi dan meja.
Bagian samping menjadi tempat pedagang berjualan. Kanan dan kiri.
Namun, banyak lapak kosong dan beberapa tempat jadi sarang laba-laba.
Kondisi serupa di bangunan sebelah selatan. Hanya lima pedagang terlihat beraktivitas.
Sementara, pandangan sebaliknya terpampang di area luar, atau pinggir jalan. Ramai jadi tempat berjualan PKL. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW