Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

DBD Menggila di Jombang, 4 Orang Meninggal Dunia, 3 Masih Kritis di Rumah Sakit

Wenny Rosalina • Jumat, 23 Februari 2024 | 13:29 WIB

 

Pasien gejala DBD dirawat di ruang Srikandi RSUD Jombang, Kamis (22/2).
Pasien gejala DBD dirawat di ruang Srikandi RSUD Jombang, Kamis (22/2).

RadarJombang.id – Sepanjang Februari 2024, kasus demam  berdarah dengue (DBD) di Jombang meningkat pesat.

Hingga kemarin, sudah 4 orang yang meninggal dunia, 3 pasien yang dirawat di RSUD Jombang dalam kondisi kritis.

Direktur RSUD Jombang dr Ma'murotus Sa'diyah, menyebut hingga kini ada 6 orang yang tengah dirawat dengan kasus positif DBD di RSUD Jombang.

’’6 pasien DBD sempat dirawat di ICU. Yang 3 sudah membaik, dan sudah dipindahkan ke ruang perawatan,’’ katanya (22/2)

Total,ada 21 pasien gejala DBD yang masih dirawat di RSUD Jombang. 17 di antaranya anak-anak dan 4 dewasa.

6 pasien dalam kondisi yang kurang baik, dan 15 lainnya dalam kondisi membaik. ’’Yang kurang baik seluruhnya positif DBD,’’ jelasnya.

Ning Eyik, sapaan akrabnya, mengatakan, di RSUD Jombang sudah ada empat pasien yang dinyatakan meninggal karena DBD. Masing-masing adalah :

1. Anak kelas 5 SD asal Palrejo Kecamatan Sumobito.

2. Warga Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang.

3. Warga Desa Tugusumberejo Kecamatan Peterongan.

4. Balita usia tiga tahun dari Desa Betek Kecamatan Mojoagung.

’’dari 4 orang itu 1 dewasa dan 3 lainnya statusnya masih anak-anak,’’ bebernya.

Tingginya angka kasus kematian di RSUD Jombang karena rata-rata pasien datang ke RSUD Jombang dalam kondisi dengue shock syndrome (DSS).

Kondisi kesehatan pasien sudah menurun. Seperti keringat dingin, tekanan darah turun, nadi melemah, dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau kekurangan cairan.

DBD biasanya muncul dengan tanda-tanda demam dan nyeri kepala depan, dan belakang telinga.

Tingkat keparahan DBD bisa dikurangi dengan memberikan banyak cairan berupa susu.

Eyik menyebut, puncak DBD biasanya pada hari kelima setelah demam, trombosit dan leukosit turun dan kekentalan darah meningkat.

"Hari kelima dan keenam itu sangat rawan DSS. Dan biasanya hari-hari itu masyarakat baru membawa ke rumah sakit,’’ ulasnya. (wen/jif/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#dbd #meninggal dunia #Jombang #kritis