Setelah pandemi Covid-19 usai, tren olahraga menggunakan sistem digital masih diminati. Karena hemat biaya dari pada harus datang ke tempat latihan yang cukup menguras tenaga dan isi dompet. Sistem digital itu berupa aplikasi terkait panduan latihan ringan, senam, yoga yang berupa penjelasan setiap langkahnya disertai video pembelajaran.
Akibat sistem digital, kegiatan tersebut bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Tidak terpaku oleh jadwal latihan sehingga tidak membebani dan membuat malas masyarakat.
Selain olahraga fisik, ada juga olahraga elektronik yang menjadi tren saat pandemi yang masih ramai penggemarnya.
Olahraga elektronik tersebut berupa permainan video yang dimainkan melalui smartphone atau perangkat lainnya.
Permainan video ini membuat masyarakat terutama para remaja kompetitif untuk mengasah strategi dan keterampilannya.
Olahraga elektronik atau E-sport pertama kali masuk di Indonesia dalam bentuk permainan video sebagai kegemaran atau hobi. Starcraft dan Quake 2 merupakan yang pertama dikenalkan pada 1999. Disusul oleh permainan FIFA World Cup, Age of Empire 2 dan Counter Strike pada 2002.
Seiring perkembangan zaman, perkembangan teknologi di bidang permainan semakin pesat. Tidak diperbolehkannya aktivitas tatap muka saat pandemi Covid-19 membuat permainan elektronik ramai digemari banyak kalangan.
Hingga diselenggarakan banyak turnamen atau perlombaan diberbagai tempat. Ramainya peminat menjadikan permainan video diresmikan sebagai salah satu cabang olahraga.
Berakhirnya masa pandemi Covid-19 membuat aktivitas fisik ataupun olahraga yang sebelumnya tidak dapat dilakukan mulai digemari lagi.
Sejak pemberlakuan new normal beberapa aktivitas fisik seperti bersepeda, jogging dan lari banyak kita jumpai ramai di taman-taman kota.
Selain itu, aktivitas lainnya seperti tenis meja, badminton, futsal dan banyak lagi olahraga yang dilakukan di tempat-tempat tertentu pun mulai digemari lagi.
Kembalinya kegiatan-kegiatan tersebut dibuktikan dengan ramainya lapangan olahraga, pusat olahraga, kolam renang dan diselenggarakannya perlombaan setelah pandemi.
Olahraga sangat dianjurkan untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan tubuh. Beberapa manfaat khusus olahraga yaitu menyehatkan jantung, mengurangi stress, mencegah terjadinya kegemukan serta membakar kalori tubuh.
Perlu bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Apabila olahraga masih susah untuk dilakukan kembali setelah masa pandemi, kita bisa memulainya dengan olahraga yang bisa dilakukan di rumah. Seperti bermain lompat tali dan bermain hula hoop.
Nyatanya, bermain lompat tali dan hula hoop bukan hanya sekedar permainan biasa. Permainan tersebut bisa mengurangi kadar lemak yang menumpuk pada tubuh kita karena kurangnya aktivitas fisik saat pandemi.
Memperbaiki pola hidup seperti rajin berolahraga pasca pandemi memang sedikit sulit untuk dilakukan karena rasa malas yang berlebihan. Penting bagi kita untuk melawan rasa malas tersebut demi menjaga tubuh agar tetap sehat.
Oleh: Yeti Juliarni
*) Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah DasarUniversitas Muhammadiyah Malang
Editor : Anggi Fridianto